free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Viral Sebuah Pidato yang Diduga Suara Hendropriyono yang Membela Mati-matian Ponpes Al-Zaytun

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Jun - 2023, 16:56

Loading Placeholder
Video yang diduga Hendropriyono saat berpidato membela Al Zaytun. (Foto screeshot)

JATIMTIMES - Beredar di media sosial sebuah pidato yang diduga suara dari Mantan kepala Badan Intelejen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang mana di dalam pidato itu ia membela Ponpes Al-Zaytun secara mati-matian.

Seperti yang sudah diketahui, Ponpes Al-Zaytun saat ini tengah menjadi perbincangan publik terkait beberapa ajarannya yang diduga menyimpang dari agama Islam.

Baca Juga : Peserta JKN ini Bersyukur, Ada Layanan Pandawa dari BPJS Kesehata yang Mudah dan Cepat

Dalam pidato yang diunggah akun Tiktok @rajo_tanjung, berisi suara yang dinarasikan sebagai Hendropriyono yang mana ia menyebut orang-orang yang menilai Al-Zaytun dengan pandangan yang menyimpang seperti dalam berita yang beredar untuk segera bertaubat.

"Mudah-mudahan dia segera bertaubat setelah tahu apa itu Al Zaytun," ucapnya.

"Saya sampaikan kita harus bertaubat karena kesalahan dalam menilai apa itu Al Zaytun. Saya pura-pura katakan kita karena saya tidak termasuk begitu," tambahnya yang kemudian disambut tawa oleh para penonton.

Selanjutnya, ia mengungkap jika ada momen ketika dia diwawancarai oleh wartawan mengenai sahabatnya Panji Gumilang. Hendropriyono mengaku pertanyaan yang diberikan para wartawan itu bersifat memojokkan.

"Lantas mulai tanya macem-macem, siapa itu pak Panji Gumilang. Saya bilangnya dia sahabat saya dan dia orang yang paling benar dalam permasalahan ini dan Pak Panji ketika saya diwawancara beberapa wartawan Pak Panji sebelum masuknya Presiden RI saat itu Bj Habibie datang berkunjung kemari, saya diwawancarai oleh wartawan dan mati-matian semua pertahanan itu semua saya jawab karena pertanyaan itu cenderung pada memojokkan. Tidak satupun jawaban kalimat saya dimuat, memang iblis betul-betul," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan para wartawan itu memang sudah disetting sebelumnya untuk memojokkan sahabatnya.

"Memang sudah diset orang-orang yang tanya itu untuk memang memojokkan jadi saya waspada karena dulu saya sudah direncanakan oleh set untuk menjadi kepala intel," jelas Hendropriyono yang disambut tepuk tangan penonton.

Meski demikian, ia mengaku masih ada beberapa wartawan yang membelanya meski jawabannya tidak dimuat secara keseluruhan.

"Tapi banyak wartawan lain yang juga membela sehingga keluarlah di suatu majalah mengenai jawaban meskipun jawaban saya dicuting tetapi cukup, cukup saya puas karena ada suatu keyakinan akan kebenaran yang harus dibela. Saya sampaikan kepada sahabat karit saya i have to be a friend in this (saya harus menjadi teman dalam hal ini)," katanya.

Ia lalu menyebut jika seorang sahabat harus selalu ada di setiap kondisi bukan hanya pada saat senangnya saja.

"Seorang sahabat sejati harus ada saat-saat dibutuhkan dan bukan waktu senang kalau sudah jadi begini baru dateng. Saya tetap membela dan bukan saya sendirian dan banyak juga saya akan perkenalkan satu persatu," katanya.

Pada kesempatan itu, Hendropriyono mengaku membawa rombongan dan juga sahabat karipnya yang memang tahu akan kebenaran mengenai Ponpes Al-Zaytun.

"Saya juga bawa rombongan wartawan yang perlu dan yang betul-betul tahu akan kebenaran yang saya sampaikan tadi namanya Imam Ansori," ucapnya yang disambut tepuk tangan.

"Dan ini juga sahabat karip saya, jadi saya katakan yang benar dia juga percaya karena juga sudah menyelidikinya dan sebetulnya juga sudah tidak ada apa-apa setelah empat tahun lebih diterpa oleh badai toh akhirnya hidup berlalu sampai sudah ke pulau satu persatu," tambahnya.

Ia lalu mengatakan, untuk sampai pada cita-cita yang mulia harus melewati jalan yang tidak mulus.

Baca Juga : Awas Jangan Asal Beli Hewan Kurban, Jika Salah Pilih Bisa Tidak Sah! Catat Ini Syaratnya

"Memang untuk sampai di suatu cita-cita yang mulia begini dengan ide brilian tidak mungkin jalan itu dipenuhi oleh harumnya bunga-bunga, dipenuhi duri-duri dan bau-baunya kembang kentut-kentutan semakin kencang cita-cita itu tercapai," ucapnya yang disambut tawa penonton.

Hendropriyono lalu memperkenalkan rombongannya yang saat itu mendampingi dirinya dalam membela Al-Zaytun.

"Saya didampingi oleh deputi produk intelejen yaitu sodara T Tofwan kemudian juga mayor jendral polisi Ato Yanto dan mantan Kapolda Kalimantan kemudian sekretaris saya ada Muhammad Rahman kemudian kolonel Nur Muthallib Abdul kemudian Sutrisno direktur luar negeri ini dalam negeri nih seperti luar negeri makanya saya bawa direktur itu," katanya.

Ia lalu mentatakan, dimana lagi ada kampung muslim semegah Al-Zaytun.

"Dalam negeri mana yang ada perkampungan muslim semegah ini, gak ada. Yang ada hanya ini Al Zaytun," jelasnya yang disambut tupuk tangan penonton lagi.

Ia kemudian kembali memperkenalkan rombongannya yang disebut sangat tahu mengenai Ponpes Al-Zaytun.

"Kemudian Joharman juga yang mana ia adalah komandan sakdat koperasi dalam negeri jadi kalau wartawan-wartawan media massa orang-orang kaum demagu mau bertanya apa itu Al Zaytun tanya kepada komandan koperasi dalam negeri," ucapnya.

"Kalau itu saja tidak dipercaya itu memang orang bangsa iblis. Ya mau percaya siapa lagi," pungkasnya.

Sontak saja pidato yang diduga suara dari Hendropriyono itu mendapat tanggapan yang beragam dari warganet. Banyak dari mereka yang menyebut Hendropriyono backingan Ponpes Al-Zaytun.

"sebenar nya sdh dr dulu pada tahu siapa beking di belakang al zaytun.sdh rahasia umum,cm negara diem saja.," tulis @nursyi***

"ya ini backingnya al zaytun,, pak kumis?," tulis @Nama***

" Eskaem:rupanya ada para pendukung pejabat..,: tulis @War***.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---