JATIMTIMES - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal mencanangkan program pemanfaatan media sosial (medsos) di tingkat rukun tetangga (RT). Trobosan tersebut dilakukan guna mengoptimalkan potensi yang ada di Kabupaten Malang. Termasuk penunjang di sektor pariwisata.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Malang, Ricky Meinardhy melalui Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Kabupaten Malang, Johan Dwijo Saputro saat dikonfirmasi belum lama ini. "Harapan kami masing-masing RT bisa mempunyai akun medsos dan bersama-sama untuk ikon apa yang akan mereka branding di setiap desa," jelasnya.
Baca Juga : 40 KK di Kota Batu Beruntung Bisa Manfaatkan Gas Metana dari TPA Tlekung

Guna merealisasikan program pemanfaatan medsos tersebut, Diskominfo Kabupaten Malang telah masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Satu di antaranya melalui agenda Kominfo Hadir (Kohar) Sapa Desa.
Hingga kini sudah ada beberapa desa di dua kecamatan yang menjadi sasaran agenda Kohar Sapa Desa. Yakni beberapa desa di Kecamatan Tajinan dan Bantur.
Terbaru, agenda Kohar Sapa Desa dilaksanakan di Balai Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada Selasa (23/5/2023) lalu.
"Kita memilih Desa Srigonco karena disana ada destinasi ikonik, Pantai Balekambang. Kita ingin menumbuhkan masyarakat Desa Srigonco agar bisa mempertahankan ikon itu dengan menggunakan platform media sosial," imbuhnya.
Penerapan TIK tersebut, ditujukan agar potensi wisata ikonik di Kabupaten Malang tidak tergeser dengan potensi lainnya. Sebagaimana yang telah diketahui, saat ini pertumbuhan pariwisata tidak hanya berkembang secara pesat di Kabupaten Malang. Namun juga di berbagai wilayah lainnya.
"Sebenarnya masyarakat sudah menerapkan TIK, baik melalui grup WA (WhatsApp) maupun medsos di tingkat desa. Akan tetapi masih seporadis," tuturnya.
Baca Juga : Ikuti Misi Dagang, Bank Jatim Berikan Fasilitas Promosi dan Akses Pasar untuk UMKM Binaan
Sejauh ini, penggunaan medsos kebanyakan dilakukan oleh perorangan. Kalaupun tidak, biasanya adalah instansi tertentu. Sedangkan di tingkat desa terlebih di tingkatan RT belum menerapkan penggunaan medsos secara maksimal.
Padahal, diterangkan Johan, medsos adalah sarana efektif untuk membranding maupun mempromosikan potensi yang ada di tingkat desa maupun RT. Termasuk potensi pariwisata. Baik destinasi maupun potensi wisata kuliner.
"Jadi sifatnya masih masing-masing pribadi, baru sporadis dan tidak terstruktur dengan baik. Harapan kami dengan adanya mini asistensi termasuk melalui Kohar Sapa Desa, masyarakat bisa tersentuh dengan baik. Jadi ada keseragaman di masing-masing RT," tukasnya.