JATIMTIMES - Beredar video viral di media sosial yang menunjukkan tangan seseorang tengah menata dokumen. Dalam video itu juga terdengar ada sebutan kata "Pak Firli" dan "Pak Menteri".
Video yang diunggah oleh akun Twitter @dimdim0783 itu diduga suara pelaksana harian Direktur Jenderal Minerba Muhammad Idris Froyoto Sihite yang mengaku mendapat dokumen tersebut dari Ketua KPK Firli Bahuri.
Baca Juga : Syarat Ini Harus Dipenuhi, Jika Ingin Bentuk TPS Lokasi Khusus di Kota Batu
"Oh, ini, ini yang saya cerita tadi. Iya, saya sudah sebut di sini. Itu dari pak Mentri dapatnya dari Pak Firli dapatnya. Sebaiknya jangan deh... sensitif," ujar pria yang diduga Idris Sihite dalam video tersebut.
"Inilah video yang menjadi bukti telak keterlibatan F dlm rekayasa kasus di KPK," tulis keterangan akun tersebut.
Sontak unggahan itu pun menyita perhatian warganet. Banyak netizen yang geleng-geleng kepala melihat kelakuan lembaga yang disebut anti rasuah tersebut.
"Gilanya korupsi di negara kita, noleh kemana saja ada. Kata pak Mahfud. Hampir di semua lembaga tidak ada yang bersih!," @east_s***.
"Kan udh diperingatkan dulu, KPK bisa dijadikan senjata buat para politkus yang mau menjegal lawan politiknya," @Loren_Ze**.
"Dulu pak @Fahrihamzah selalu mengkritisi KPK dibilang mau membela koruptor,ternyata benar KPK tak sebersih yang kita duga," @Sugeng*****.
Sebelumnya, Firli Bahuri dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK atas dugaan kebocoran dokumen penyelidikan dalam kasus korupsi di Kementerian ESDM.
Dugaan kebocoran dokumen tersebut terjadi saat tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor Idris Sihite di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM pada 27 Maret 2023 lalu.
Baca Juga : Pelaku Penukar Barcode QRIS Kotak Amal Masjid Istiqlal Ditangkap Polisi
Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus korupsi dana tunjangan kinerja di Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM yang tengah ditangani KPK.
Soal isu kebocoran dokumen itu, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada Dewas KPK. Dia meyakini Dewas KPK akan bertindak secara profesional dalam penanganan laporan tersebut.
"Kita semua tentu juga menunggu hasil tindak lanjut dari Dewas KPK tersebut," kata Ali, dikutip Tempo.co, Selasa (11/4/2023).
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tak membantah adanya kebocoran data tersebut. Dia menyebut dokumen yang bocor hanya berupa surat perintah dimulainya penyelidikan alias Sprinlid.
Hingga saat ini, Firli Bahuri sendiri belum mengeluarkan pernyataan apa pun soal isu kebocoran data ini.