free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Meter Air Rusak, Pelanggan Keluhkan Tagihan PDAM Jember Melonjak 100 Persen Lebih

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : A Yahya

05 - Apr - 2023, 03:17

Loading Placeholder
SED saat mengadukan keluhannya di kantor Perumdam Tirta Pandhalungan Kabupaten Jember (foto : Edy / Jember TIMES)

JATIMTIMES – SED warga Jalan Srikoyo Patrang Jember, mengeluhkan naiknya tagihan pemakaian air PDAM yang mencapai 100 persen lebih, dari pemakaian biasanya. Bahkan naiknya tagihan air ini terjadi berulang-ulang di rumahnya, sejak beberapa bulan.

Akibat dari kenaikan ini, pihaknya pun komplain dan mendatangi kantor PDAM Jember yang kini berubah nama menjadi Perumdam Tirta Pandhalungan Kabupaten Jember di Jalan Trunojoyo Kepatihan Kaliwates Jember pada Selasa (4/4/2023).

Baca Juga : J-Berbagi Solidkan Seluruh Stakeholder Bersatu Padu Tuntaskan Stunting, AKI, dan AKB

Kepada wartawan, SED menyatakan, bahwa kenaikan tagihan PDAM dirumahnya secara drastis terjadi mulai bulan Nopember 2022, dimana dari pemakaian biasanya, dirinya mendapat tagihan pemakaian PDAM rata-rata perbulannya di kisaran angka Rp. 280 ribu hingga tertinggi Rp. 352 ribu pada tagihan bulan Oktober.

“Nah pada tagihan bulan Nopember, tagihan pemakaian air dirumah naik menjadi Rp. 507 ribu, kemudian pada Desember, kembali naik menjadi Rp. 584 ribu. saat itu saya masih rutin membayar, namun saya heran, pada bulan Januari, tagihan pemakaian air saya naik menjadi Rp. 632 ribu,” ujar SED menceritakan.

Melihat ada yang tidak beres pada meter PDAM atau petugas pencatat, dirinya pun mencoba mencari tahu, setelah ditelusuri, angka pada meter air tidak terlihat, karena ditumbuhi lumut, sehingga dirinya sempat bertanya-tanya, kalau angka meter air tidak kelihatan, bagaimana petugas bisa mencatat?

Apa karena angkanya tidak kelihatan, sehingga petugas asal catat pemakaian air? pihaknya pun menanyakan persoalan ini ke PDAM Jember pada bulan Januari. “Saat itu saya lapor dan mendapat tanggapan, alasan dari petugas, pencatat meter air saya harus diganti dengan yang baru, dimana angka meternya tidak terendam dalam air dan mudah dibaca,” ujar SED.

Sehingga puncaknya pada 2 Februari 2023, meter air dirumahnya diganti dengan yang baru, sehingga tagihan pemakaian airnya dilakukan revisi oleh pihak PDAM dan menjadi Rp. 237 an ribu.

“Saat ada revisi tagihan, saya pun melakukan pembayaran, tapi anehnya, pada awal April, saya mendapatkan tagihan 2 kali, yakni tagihan sisa bulan Februari dan tambahan pemakaian bulan Maret kisaran 500 ribuan, sehingga tagihan saya menjadi Rp. 711 ribu,” sesal SED.

SED juga menyatakan, bahwa saat perbaikan meteran beberapa waktu lalu, dirinya pernah mencoba mematikan seluruh kran air, namun dilihat meteran airnya tetap berjalan, setelah dicek, timbul suara seperti kipas.

“Setelah saya cek, ternyata meteran air tetap berjalan, karena ada angin yang ditimbulkan oleh pendorong angin, lha kalau ini dibiarkan, kan pelanggan yang rugi,” sesal SED.

Saat media ini melakukan konfirmasi ke petugas di PDAM Jember, pihak PDAM mengakui adanya kerusakan, dan sudah menggantinya, sedangkan adanya tagihan yang melonjak, pihaknya juga sudah minta maaf dan melakukan revisi.

Baca Juga : Bentuk Kepedulian, Satreskrim Polres Jember Salurkan Bansos ke Keluarga Tahanan

“Kami akui ini kesalahan dari kami, dan kami minta maaf, soal tagihan itu sudah kami lakukan revisi, dari Rp,. 632 ribu menjadi Rp. 234 ribuan,” ujar Sohib petugas dari PDAM.

Ketika ditanya adanya selisih tagihan yang cukup fantastis yang keluar untuk pemakaian air PDAM di bulan Maret, Sohib meluruskan, bahwa tagihan itu muncul karena kesalahan petugas, yang memasukkan tagihan bulan Februari yang digabung dengan tagihan bulan Maret.

“Iya soal itu kami juga minta maaf, karena ketidak tahuan petugas, untuk bulan April ini kami pastikan kembali normal, dan mengenai adanya tagihan yang dirasa cukup besar, kami akan melakukan pengecekan dan melakukan tera (ukur ulang) pada meteran air, ada kendala atau tidak, pihak pelanggan bisa melakukan surat keberatan,” ujar Sohib.

Sementara Direktur Umum PDAM Jember Yudho Radityo Utomo, saat dikonfirmasi melalui sub bagian pelanggan ibu Sri, menyatakan, bahwa adanya perubahan-perubahan tagihan yang dialami oleh pelanggan tersebut, sudah terselesaikan dan pihaknya juga minta maaf atas ketidak nyamanan ini.

Namun saat disinggung mengenai buruknya pelayanan PDAM, Ibu Sri menyatakan, bahwa hal ini tidak lepas masih belum sempurnanya aplikasi yang dibuat oleh PDAM, dimana aplikasi yang ada saat ini, masih terpisah, antara pengaduan, tagihan maupun informasi lainnya di PDAM.

“Saat ini kami masih mencoba menyelesaikan aplikasi satu pintu, dimana mulai dari keluhan pelanggan, pengaduan maupun tagihan dibuat dalam satu aplikasi, dan saat ini masih proses, bisa jadi akhir tahun ini sudah kelar, atau mungkin tahun depan baru kelar,” pungkas Sri.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

A Yahya

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---