JATIMTIMES - Dukun palsu yang mengaku bisa menggandakan uang di Banjarnegara, Mbah Slamet (45) tengah menjadi sorotan. Itu lantaran dukun tersebut membunuh korban-korban yang menagih uang miliknya.
Melansir Instagram @banjarnegara_news, hingga Senin (3/4/2023) sore ada 10 mayat yang ditemukan terkubur oleh dukun palsu pengganda uang. Dalam video unggahan akun tersebut tampak puluhan warga memadati lokasi hutan Desa Balun untuk menyaksikan proses evakuasi jenazah. Terlihat juga salah satu jenazah digotong oleh Tim SAR.
Baca Juga : Dua Warga Lampung Ditangkap Polsek Kras, Ini Pemicunya
"Proses evakuasi jenazah Korban dalam Kasus "Dukun Pengganda Uang" lokasi berada di hutan Desa Balun Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara, 3 April 2023. Sementara sudah 10 korban yang di temukan sampai sore ini," tulis akun tersebut.
Dalam unggahan video lainnya juga terlihat pelaku pembunuhan dihadirkan di lokasi untuk mempermudah evakuasi jenazah. Tampak dalam video unggahan akun tersebut, mbah Slamet digelandang oleh aparat kepolisian berkeliling ke area kebun. Pelaku menunjukkan lokasi gundukan tanah yang dipakai untuk mengubur para korban.
"Prosesi Pencarian Korban lain dengan mendatangkan Pelaku ke tempat dimana pelaku mengguburkan para korbannnyan. Lokasi berada di Perkebunan Hutan Desa Balun Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara, senin 3 April 2023," demikian tulisan akun tersebut.
Dihimpun dari beberapa sumber, kondisi para korban diduga pembunuhan dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara Slamet Tohari mengenaskan. Para korban yang dikubur di kebun milik pelaku ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka atau hanya ada beberapa bagian tubuh.
Menurut keterangan polisi, penemuan mayat berupa kerangka manusia dan jasad setengah utuh dimasukkan ke dalam 10 kantong jenazah dalam radius 20 meter di area kebun pelaku. Jenazah rata-rata ditemukan di kedalaman tak lebih dari 1 meter. Bahkan ada yang berisi dua jenazah di dalam satu lubang.
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan modus dukun pengganda uang.
Baca Juga : Cemburu Pacar Dibonceng Cowok Lain, Pelajar di Blitar Sebarkan Video Porno, Berakhir Lebaran di Penjara
"Jangan mudah percaya dengan iming-iming atau janji bisa menggandakan uang atau panen uang dengan cara instan. Padahal itu hanya kedok penipuan yang sering terjadi," kata Hendri, dikutip Kumparan, Senin (3/4/2023).
Sementara itu, Slamet mengaku menjanjikan uang korban berlipat hingga Rp 5 miliar dari uang yang disetorkan Rp 70 juta. Ia juga mengaku kerap menggunakan uang mainan agar para korban percaya.
"Uangnya dipakai buat bayar utang-utang saya. Korban pernah saya kasih Rp 11 juta," kata Slamet.
Atas kejahatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP. mbah Slamet dan tangan kanannya inisial BS (32) terancam hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.