JATIMTIMES - Meski Bank Indonesia (BI) melalui program Kas Keliling membuka layanan penukaran uang baru selama ramadan sebagai persiapan Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau Lebaran 2023, masyarakat tidak serta merta memanfaatkannya. Buktinya, uang baru masih menjadi diburu di tempat penukaran yang buka langsung ataupun online.
Jika beberapa tahun belakangan uang baru dihargai Rp 100 ribu tambah jasa Rp 5-10 ribu, kini jasa yang ditawarkan lebih bervariasi. "Kalau masih jauh dengan lebaran begini, jasanya bisa ditawar," kata Anita, penukaran uang baru melalui online, Minggu (2/4/2023).
Baca Juga : 6 Ide Hampers Lebaran Cocok Dibagikan Sahabat, Kolega hingga Keluarga
Jasa umumnya Rp 6 ribu per Rp 100 ribu, tiap pecahan mulai Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. "Sekarang masih bisa Rp 4 ribu dengan syarat datang ke rumah," ujarnya.
Jika ketemuan atau cash on delivery (COD) ia mematok jasa Rp 5 ribu per Rp 100 ribu. Namun, jika Ramadan telah tanggal 15 ke atas, jasa untuk tukar uang baru ini dipastikan akan naik.
"Karena semakin banyak yang butuh, stok kita juga terbatas," ungkapnya.
Agar tetap ada jika penukar datang, ia punya group WhatsApp yang selalu saling membantu jika stok kosong. "Jadi seperti kita menjualkan milik teman, makanya semakin dekat dengan lebaran jasa akan semakin tinggi," imbuhnya.
Sementara itu, Jianto (50) penukaran yang sering menawarkan uangnya di pinggir jalan mengatakan, dua tahun saat terkena pandemi Covid-19, penukaran uang baru turut sepi.
"Sepi dan omzet turun," ucapnya.
Baca Juga : Viral Perkelahian di Dau Diduga Dipicu Balapan Liar, Polisi: Masalah Sudah Selesai
Ia berharap, tahun ini usaha musiman yang digelutinya sejak 6 tahun lalu ini dapat kembali menggeliat dan bangkit lagi. "Semoga seperti dulu," katanya singkat.