JATIMTIMES - Inovasi alat sterilisasi dan penyimpanan peralatan medis diciptakan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Inovasi ini menjadi sebuah pemecah kebuntuan atau menjadi solusi para tenaga medis yang ditempatkan di daerah terpencil.
Tak dipungkiri, para tenaga medis yang ditempatkan di daerah terpencil kerap mengalami kendala dalam sterilisasi peralatan medis. Terlebih, dengan keterbatasan akses energi listrik maupun akses transportasi yang jauh kian menambah sulit dalam hal sterilisasi peralatan medis.
Baca Juga : Siapkan Lulusan Berdaya Saing Internasional, STIKES Banyuwangi Jalin Kerjasama dengan Lima Negara
Berlatar dari itulah, kolaborasi 7 mahasiswa yang terdiri 2 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, yakni Shofi Ramadhani dan Linda Risalatul Muyasaroh, kemudian 5 mahasiswa dari Fakultas Teknik yakni, Muhamad Romadhani Prabowo, M. Dilan Linoval, Akmal Mulki Majid, Raden Aryanta Luthfi Widyatna dan Fadhil Raditya Abhiseka menciptakan alat sterilisasi dan penyimpanan peralatan medis bernama "Aladdin".
Salah satu anggota tim, Shofi Ramadhani, menjelaskan, Aladdin ini dirancang guna mempermudah tenaga medis yang di tempatkan di daerah terpencil atau daerah yang sulit energi listrik, sehingga dapat melakukan sterilisasi dengan optimal. Ide ini telah muncul sejak 2018 lalu dan telah mengalami perkembangan fitur prototype.
"Aladdin ini bukan hanya sebagai alat sterilisasi, namun juga sekaligus sekaligus penyimpanan alat kesehatan," jelasnya.
Sistem Aladdin bermetode plasma dan solar sel yang juga terhubung dengan Internet of Things (IoT). Sehingga, hal ini kian memudahkan dalam kontrol maupun penggunaannya. Aladdin ini juga memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan autoklaf. Kelebihan tersebut antara lain bentuknya yang portable, hemat daya, metode plasma, lebih murah, ukuran lebih kecil, sterilisasi lebih cepat hanya membutuhkan waktu 300 detik.
"Alat ini lebih cepat dari autoklaf yang membutuhkan 15 menit, terhubung dengan IoT," ungkapnya.
Baca Juga : Penyelidikan Keracunan Massal Mahasiswa UB Berlanjut, Belasan Korban Diperiksa Polisi
Dengan kelebihan yang dimiliki ini, ia bersama tim berharap Aladdin ini dapat diproduksi secara massal. Untuk itu, pihaknya mengharapkan dapat bekerjasama dengan industri untuk dapat memassalkan alat sterilisasi dan penyimpanan tersebut.
Sementara itu, berkat inovasi ini, tim yang dibimbing oleh 3 dosen pembimbing yaitu Eka Maulana, ST MT MEng, Dr drg Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes serta Dr drg Yuli Nugraeni, Sp.KG berhasil memboyong Gold Medal International Award pada ajang Thailand Inventor's Day 2023 dari ajang Thailand Investor’s Day.
Ajang ini merupakan salah satu ajang perlombaan internasional yang diadakan oleh Nasional Research Council of Thailand (NRCT) pada 2 hingga 6 Februari 2023 silam di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC). Ajang ini merupakan wadah menunjukkan berbagai macam inovasi mahasiswa di tingkat internasional yang telah diikuti oleh 24 negara dengan hasil karya 469 inovasi.