JATIMTIMES - Pasca chaos yang terjadi di Kandang Singa pada Minggu (29/1/2023), sejumlah orang karyawan Arema FC langsung membereskan sejumlah barang yang ada di dalam official store. Di situ, terlihat polisi juga memasang garis polisi.
Official Store Arema FC menjadi sasaran amukan massa aksi yang menamakan diri sebagai Arek Malang. Mereka nampak geram dengan tim Singo Edan yang terus melanjutkan kompetisi Liga 1 2022/2023 tanpa memperjuangkan keadilan bagi korban tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga : Selain Tiga Orang Dilarikan ke Rumah Sakit, Satpam dan Manager Arema FC Terkena Lemparan Batu
Saat massa aksi datang, manajer tim Arema FC Wiebie Dwi Andriyas keluar kantor dengan niatan untuk menemui massa aksi. Namun nampaknya komunikasi yang dilakukan seperti menemui jalan buntu. Hingga akhirnya emosi massa aksi memuncak dan kemudian mereka melancarkan serangan ke arah kantor Arema FC dan melemparkan semua benda keras ke arah official store Arema FC.
Beragam batu dan kayu yang dilemparkan itu 7akhirnya terkena manager tim Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas dan salah seorang satpam kantor Arema FC.
Tak hanya itu, beberapa anggota massa aksi juga terlihat sempat bersitegang dengan pihak kepolisian yang hendak mengamankan massa aksi Arek Malang.
Salah seorang massa aksi yang tak mau disebutkan namanya, dalam orasinya mengatakan jika pihaknya masih banyak kesalahan dan kekurangan. Hingga menyebabkan perjuangan usut tuntas Tragedi Kanjuruhan menjadi lemah.
Menurut mereka, beragam faktor yang membuat perjuangan Arek Malang mencari keadilan lemah. Salah satunya banyak orang di dalam yang tidak kompeten sesuai bidangnya.
Baca Juga : Tiga Orang Dirawat Akibat Ricuh Aksi Massa di Kandang Singa Arema
Saat ini, sejumlah orang juga masih membereskan sejumlah barang yang dirasa masih aman. Sementara, kaca dari Official Store Arema FC pecah.
Di sisi lain, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto terlihat datang di Kandang Singa untuk melihat kondisi pasca chaos. Kapolresta ditemani oleh Kasat Reskrim, Kasat Lantas hingga Kasat Intel.