JATIMTIMES - Gunung Semeru di Lumajang beberapa hari terakhir terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Terbaru pada Jumat (13/1) pagi tepatnya pukul 08.02 WIB, gunung tertinggi di Jawa tersebut muntahkan lava pijar sejauh 1000 meter ke arah barat daya.
Laporan letusan itu disampaikan melalui laman resmi magma.esdm.go.id. Dalam laporannya, petugas pos pantau Gunung Semeru, Mukdas Sofian menyebut tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1000 meter di atas puncak (± 4676 meter di atas permukaan laut).
Baca Juga : Rusak Sejak 2 Tahun Lalu, Setelah Diperbaiki Jalan di Dadapan Rusak Lagi
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya," tulis Mukdas.
Oleh karenanya, petugas meminta agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tulisnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Baca Juga : Kenal Lewat Tantan, Anak Kelas 5 SD di Tulungagung Jadi Korban "Garangan"
Diharapakan masyarakat juga mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," bunyi tulisan laporan Mukdas.