JATIMTIMES - Tiga puluh dua tim sepak bola Usia (U)- 10 dan 32 tim U-12 dari kabupaten/kota di Jawa Timur dan Bali akan tampil di Festival Kid Soccer Tahun 2022 yang akan digelar di Stadion Diponegoro Banyuwangi pada Sabtu-Minggu (10-11/12/2022).
Menurut Pebdi Arisdiawan, sekretaris Askab PSSI Banyuwangi, enam belas tim terbaik Banyuwangi pada dua kelompok usia 10 dan U- 12 lolos setelah mengikuti babak pra yang dibagi dua wilayah utara dan selatan.
Baca Juga : Pecel Tempe Mendoan ala Desa Senggreng Ditunjuk Mewakili Kabupaten Malang pada Festival Inovasi Desa 2022
Gagasan Festival Kid Soccer berasal dari Agung Setyo Wibowo, ketua Askab PSSI Banyuwangi. Event ini diharapkan mampu menjadi kalender rutin setiap bulan Desember dan masuk dalam Banyuwangi Festival (Be-Fest).
“Kami mengundang tim-tim usia dini terbaik dari kabupaten/kota seperti Surabaya, Malang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan tim dari Provinsi Bali untuk memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi dan uang pembinaan sebagai perangsang pembinaan,” jelas Pebdi.
Dia menuturkan pada tahun ini pihaknya juga menyusulkan Liga Usia (U- 17) sehingga pada 2022 Askab Banyuwangi lengkap menggelar kompetisi sepak bola secara lengkap, mulai U-10, U-12, U-13 dan U-15 serta U-17.
Apalagi, sesuai dengan surat edaran PSSI, untuk U-13 dan U-15 akan diputar kompetisi tingkat nasional pada Februari 2023 mendatang. Sehingga pihaknya berupaya mempercepat dengan mengundang juara U-13 dan U-15 untuk segera melakukan persiapan untuk di Jawa Timur.
Alumni Untag 45 Banyuwangi itu menambahkan, pada kompetisi sebelumnya, Putra Ketapang FC Banyuwangi mampu finis di babak 4 besar. ”Pada kompetisi kali ini yang menjadi wakil Banyuwangi adalah Tunas Muda Rogojampi (U-13) dan kelompok U-15 Putra Ketapang FC,” ujarnya.
Lebih lanjut Pebdi mengungkapkan pola pembinaan sepakbola usia dini yang dilakukan Askab PSSI Banyuwangi mampu menjadi trademark dan menjadi pembibitan pemain sepakbola.
Baca Juga : Ketika Pengusaha Kaya dan Dermawan Peduli Olahraga di Kota Malang
“Karena embrio pembinaan sepakbola sama kami berharap kualitas pemain semain meningkat seiring dengan adanya peningkatan mutu dan kualitas pelatih. Banyuwangi berharap mampu menyumbangkan pemain untuk tim nasional karena sudah cukup lama tidak mampu menyumbang pemain timnas di kelompok umur (KU), terakhir pemain Banyuwangi yang masuk timnas adalah Trubus Gunawan,” tambah Pebdi.
Selanjutnya dalam waktu dekat pengurus Askab PSSI Banyuwangi juga akan mengundang pengurus Klub Liga Satu dan Liga Dua karena akan melakukan verifikasi dan sosialisasi sekaligus persiapan pelaksanaan kompitisi lokal.
“Dalam pelaksanaan liga formatnya untuk pemain kurang dari 23 tahun sebagai seleksi pemain Porprov Jatim karena tahun depan Banyuwangi akan mengikuti Porprov VIII Jatim. Kemudian ditambah 5 (lima) pemain senior sama dengan konsep Liga 3 PSSI di Jatim,” pungkas Pebdi.