JATIMTIMES - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dimulai. Hal ini ditandai dengan segera berakhirnya perkuliahan semester ganjil.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) diundang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) untuk mendapatkan pembekalan KKN Periode 2022-2023 di Aula Gedung Rektorat, Senin (21/11/2022). Ketua Pusat Studi Pengabdian Masyarakat, Dr Syaiful Mustofa dan Kepala LP2M, Prof Dr Agus Maimun MPd hadir langsung memberi pengarahan.
Baca Juga : Wow, Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia dengan Panjang 120 Meter di Atas Jurang Rampung
Syaiful Mustofa menyampaikan, terdapat tiga skema KKN yang serentak dilaksanakan Desember mendatang ini. Yakni, KKN Reguler, KKN Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), dan KKN Internasional. Hal ini telah sesuai dengan materi yang pernah disampaikan Workshop Penyusunan Roadmap Tema Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Juni lalu.

KKN MBKM merupakan skema yang direncanakan Menristek-Dikti. Hanya saja dalam hal ini terdapat sedikit perubahan. "Pelaksanaan dan masa KKN diseragamkan, sehingga tanggal mulai dan berakhirnya akan bersamaan," tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, tugas DPL bukan hanya mendampingi mahasiswa saat KKN berlangsung. Namun, sebelum pelaksanaan KKN DPL juga harus mendampingi mahasiswa dalam melakukan survei lokasi KKN.
"DPL harus memastikan lokasi dan tempat tinggal mahasiswa yang ditempati selama pelaksanaan KKN," jelasnya.
DPL juga wajib mengajarkan tata cara bermasyarakat agar ketika KKN terlaksana nantinya terhindar dari permasalahan yang mengganggu jalannya KKN. Untuk penyelesaian laporan, peran DPL juga sangat diperlukan dalam membimbing mahasiswa. Sebab, hal ini berkaitan dengan tugas akhir DPL untuk memberi nilai kepada para peserta sebagai syarat lulusnya pelaksanaan KKN.
Baca Juga : Kanjeng Jimat Mangun Negoro, Pahlawan Rakyat Bumi Menak Sopal
Prof Agus Maimun menambahkan, teknis metode penelitian juga harus menjadi perhatian para DPL. Pasalnya, salah satu kewajiban mereka ialah menerbitkan hasil KKN di jurnal ilmiah. Untuk memulai penelitian, hal yang sangat penting yang harus ditemukan saat proses KKN adalah potensi yang ada di masyarakat.
Potensi yang ada perlu digali. Sebab, potensi yang ada di masyarakat tak selalu nampak. Bersama mahasiswa, DPL harus berkolaborasi menggali dan mencari tahu apa yang bisa dilakukan masyarakat di kemudian hari. Namun, tentu tetap disesuaikan dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan apa yang sudah ada di desa mereka.
"Program utama KKN adalah memberdayakan masyarakat secara maksimal berdasarkan potensi yang mereka miliki," pungkasnya.