JATIMTIMES - Beredar video kericuhan di arena Muspimnas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Muspimnas PMII) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dua video masing-masing berdurasi 20 detik dan 24 detik itu beredar di media sosial.
Akibat kerusuhan itu, sejumlah fasilitas kampus yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan ini dikabarkan rusak.
Baca Juga : Ini Daftar Ranperda Tulungagung Tahun 2023 yang Telah Dikonsultasikan ke Pemprov Jatim
Dari keterangan sejumlah sumber, kericuhan ini terjadi pada Minggu malam hingga Senin dini hari (20-21 November 2022).
Lokasi asrama yang kemudian disebutkan membuat para mahasiswa terjebak berada di Gedung Syaifudin Zuhri. Para mahasiswa itu kemudian dievakuasi polisi.
"(Dari lokasi) ada badik, kita amankan dari mahasiswa," kata AKBP Eko Hartanto, kapolres Tulungagung, kepada awak media.
Menurut dia, kejadian lanjutan ini masih dalam satu rangkaian kegiatan internal PMII pada rangkaian kegiatan muspimnas.
Kegiatan yang sebelumnya tenang dan berjalan baik ini tiba-tiba menjadi ribut dan bahkan berujung kericuhan hingga saling kejar antar-mahasiswa.
"Sebagai aparat penegak hukum, kami menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Kami juga memonitor," ungkap kapolres.
Baca Juga : Baris Kreasi Ketandan-Bonorowo, Sekdes di Sumbergempol Tulungagung Jadi Punokawan "Pancen Jempol"
Ada 75 mahasiswa yang diamankan dalam bentrokan ini. Polisi memastikan evakuasi yang dilakukan semata untuk mencegah agar keributan tidak meluas. Selain polisi, pihak pengamanan (pam) internal juga telah melakukan upaya persuasif.
Namun, karena adanya potensi konflik internal antarpeserta muspimnas telah ada, maka insiden tidak dapat sepenuhnya dicegah.
Belum didapatkan keterangan terkait hal apa keributan ini terjadi antarmahasiswa yang menggelar hajatan tingkat nasional di Kabupaten Tulungagung ini.