JATIMTIMES - Sebanyak 4.174 keluarga yang tersebar di 19 desa dan 5 kelurahan di Kota Batu bisa bernapas lega. Pasalnya, Pemkot Batu mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) inflasi.
BLT tersebut diberikan dalam rangka mitigasi Inflasi atas kenaikan BBM (bahan bakar minyak). Besarnya untuk tiap keluarga penerima manfaat (KPM) sejumlah Rp 600 ribu. Besaran tersebut diberikan untuk empat bulan sehingga tiap bulan, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan Rp 150 ribu.
Baca Juga : Rusia Jatuh ke Jurang Resesi
“Kami langsung menyalurkan untuk empat bulan. Totalnya Rp 600 ribu,” ucap Kepaa Dinas Sosial Kota Batu Ririk Mashuri. Penyaluran dilakukan secara bertahap, dimulai sejak 16 November 2022.
Mereka yang menerima BLT inflasi adalah warga yang tidak terjaring dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dinas Sosial melakukan pendataan kembal warga yang benar-benar membutuhkan dan belum tercatat DTKS.
“Mereka yang menerima bantuan ini tentunya tidak menerima bantuan lainnya dan sudah kami seleksi ketat bahwa penerima belum menerima bansos lainnya,” tambah Ririk.
Semula Dinas Sosial Kota Batu mendapatkan data 4.561 KPM penerima BLT inflasi. Namun setelah verifikasi lapangan, terdapat data yang tidak sesuai. Hingga akhir terseleksi sebanyak 4.174 KPM.
Baca Juga : Sidak Dewan ke Pemenang Tender PT MSN Perihal BPNTD, Ternyata Beras Dipasok 8 Rekanan
Ririk menerangkan, pencoretan KPM tersebut dikarenakan data penerima telah meninggal dunia, warga yang sudah mulai mandiri secara ekonomi, hingga mutasi dokumen kependudukan atau pindah.