JATIMTIMES - Pembentukan dan pengukuhan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) cabang Tulungagung, rupanya tidak semudah rencana. Pasalnya, Asosiasi ini ternyata di Kabupaten Tulungagung telah mempunyai pengurus yang terdaftar di Dewan Pimpinan Pusat APDESI.
Kabarnya, kepala Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol yang diketahui bernama Juni adalah ketua yang terdaftar. Sedangkan, Hari Cahyono yang saat ini sebagai Kepala Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut menempati jabatan sebagai sekretaris.
Baca Juga : Peduli Korban Banjir: MPM Honda Jatim Salurkan Bantuan dalam Program MPM Berbagi
Saat dikonfirmasi, Juni membantah jika ia adalah Ketua APDESI cabang Tulungagung. Menurutnya, hingga saat ini ia belum membentuk struktur kepengurusan di tingkat kabupaten.
"Mboten, dereng wonten pembentukan nopo-nopo (tidak, belum ada pembetukan apa-apa) masalah APDESI," kata Juni saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Iapun mengungkapkan, jika pembetukan struktur APDESI dilakukan, jalan yang akan ditempuh masih panjang untuk menjadikan asosiasi sah dan legal.
"Susunan pengurus belum dibentuk, jalan masih panjang," ujarnya.
Juni tidak menjelaskan, kapan dan oleh siapa namanya didaftarkan sebagai pengurus cabang APDESI di Kabupaten Tulungagung.
Sementara itu, Hari Cahyono yang disebut-sebut sebagai Sekretaris APDESI Cabang Tulungagung mengatakan jika saat ini pengurus yang dimaksud belum pernah dilantik oleh Dewan Pengurus Pusat atau DPP.
"Susunan pengurus belum dilantik oleh DPP," kata Cahyo, Rabu (9/11/2022).
Baca Juga : Pemkab Tulungagung Boyong Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas ke Tempat Asalnya
Kepala desa muda milenial ini tidak menjelaskan pengurus mana yang dilantik. Ia tidak menjabarkan lebih jauh terkait adanya cabang APDESI di Kabupaten Tulungagung ini.
"Sementara masih nunggu info dari DPP," pungkasnya.
Dari informasi yang dihimpun, ada dua ormas dengan nama APDESI yang berbeda, masing-masing dipimpin Surtawijaya dan Arifin Abdul Majid.
Dari informasi yang beredar, kekosongan kepengurusan di Kabupaten Tulungagung hanya ada APDESI pimpinan Abdul Majid. Sedangkan kepemimpinan Sutarwijaya telah terkonfirmasi terisi kepengurusan meski di Tulungagung terjadi kevakuman kegiatan.