free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Advertorial

Komitmen Jaga Lingkungan, Festival Medhayoh Gunakan Bibit Pohon Sebagai Tiket Nonton Konser

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - Nov - 2022, 05:22

Loading Placeholder
Budi Doremi saat tampil pada konser Festifal Medhayoh (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Komitmen menjaga lingkungan dioptimalkan dalam Festival Medhayoh dengan memanfaatkan bibit tanaman sebagai tiket masuk untuk menonton konser Budi Doremi yang digelar pada Minggu (6/11/2022). 

Festival Medhayoh merupakan kolaborasi Pupuk Kaltim dan Ademos Indonesia yang digelar di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro pada 5-6 November 2022.

Baca Juga : Realisasi E-Parkir di Alun-Alun Kota Batu Gagal di Tahun 2022

Pengunjung dapat mengakses donasi pohon di Dolok Cozy Space (The Dozs) di area panggung 4 Festival Medhayoh. Panitia Festival Medhayoh Agisna mengatakan bahwa terdapat dua jenis pohon yang dapat dipilih pengunjung untuk berdonasi sebagai syarat menonton konser Budi Doremi.

“Pohon Gayam donasinya Rp75.000 per bibit dan mendapatkan akses ke tribun. Sementara Pohon Beringin donasinya Rp 125.000 per bibit dan mendapatkan akses menonton ke VIP. Nantinya, donasi pohon ini akan disebar pada 42 titik sumber mata air di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Agisna.

Sebelumnya, saat pembukaan Festival Medhayoh pada Sabtu (5/11), telah dilakukan penanaman pohon beringin di Sumur Kijing. Hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Pupuk Kaltim Sigit Hardwinarto, Komisaris Pupuk Kaltim Gustaaf AC Patty, Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, SVP Transformasi Bisnis Pupuk Kaltim Wisnu Ramadhani, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bojonegoro Dwijo Saputro, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro Hanafi.

Donasi bibit pohon untuk Festival Medhayoh (foto: istimewa)

Selain untuk lingkungan, Festival Medhayoh menarik kunjungan masyarakat di sekitar Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Seperti pada acara hari kedua yang dimulai dengan kegiatan flashmob di sepanjang jalanan Dolokgede.

Dengan iringan musik tradisional Jawa, ratusan warga dari beragam usia ikut menari bersama. “Semua pelajar yang berada di Dolokgede kami ajak menari secara bersama-sama di sepanjang jalan lokasi Festival Medhayoh,” ungkap Agnisa.

Seperti halnya pada hari sebelumnya, berbagai tampilan tersuguh yakni musik dari Jazz, Akustik, yang dipersembahkan kalangan pelajar SMA dan Mahasiswa. Bahkan musik aliran Rock yang ditampilkan oleh anak-anak sekolah SD. “Ada juga musik karawitan yang ditampilkan anak-anak SD bersama guru di Pendapa Mannah,” terang Agnisa.

Baca Juga : PSSI Bingung Tentukan Stadion sebagai Kandang Timnas Indonesia di Piala AFF 2022

Festival ini juga dikampanyekan untuk mengingat kembali kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dari perubahan iklim.

Sehingga wujud untuk mengkombinasikan nilai tersebut adalah dengan melakukan kegiatan yang nantinya akan diikuti oleh para pejabat, artis, musisi, seniman, dan masyarakat umum.

Salah satunya dengan menanam pohon dan memuliakan sumber mata air sehingga tidak lagi dianggap sebagai hal mistis, tetapi juga bagian dari ekosistem yang harus dijaga keberlangsungannya untuk sumber penghidupan berkelanjutan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Advertorial

Artikel terkait di Advertorial

--- Iklan Sponsor ---