JATIMTIMES - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang melaksanakan Hybrid Bazar, dengan tema "Developing MTsN 1 Kota Malang Student Entrepreneurship Using Hybrid Bazaar Program" selama dua hari, 19-20 Oktober 2022.
Kegiatan ini untuk menguatkan berbagai macam aspek yang ada pada profil Pemuda Pancasila, meliputi enterpreneurship, kreativitas dan yang lainnya.
Baca Juga : Korsleting Listrik, Rumah Warung di Pakisaji Terbakar
Kepala MTsN 1 Malang, Drs Samsudin MPd menyampaikan, program ini merupakan program pertama yang mengawali Kurikulum Merdeka yang merupakan program istimewa. Harapannya memiliki nilai tambah bagi siswa untuk memiliki pengalaman dan keterampilan.

Kegiatan Hybrid Bazaar ini dilaksanakan secara online dan offline. Para siswa telah melakukan persiapan sedemikian rupa dan luar biasa, yang juga didukung oleh para guru, pegawai dan para orang tua.
"Harapannya akan muncul entrepreneur baru, akan muncul orang atau anak yang dapat menyusun dan membuat aplikasi-aplikasi yang kedepan bisa membawa kebermanfaatan dan dimanfaatkan semua pihak," jelasnya.

Muhammad Kholis Widodo, Waka Kurikulum MTsN 1 Malang, menambahkan, selain mewujudkan generasi yang memiliki profil Pemuda Pancasila, menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Melalui Hybrid Bazaar ini diharapkan dapat menjadi sebuah bekal atau modal untuk para siswa menghadapi tekanan zaman yang terus berkembang dengan teknologi informasi.
"Makanya ini dibekali sejak dini," jelasnya.
Selain itu, melalui kegiatan Hybrid Bazaar ini, juga membentuk dan menanamkan karakter kejujuran, keuletan dan kekompakan serta semangat gotong royong di kalangan para siswa.

"Jadi dari entrepreneur itu, mereka bisa memahami bagaimana terkait ekonomi, bertransaksi dan berhadapan dengan pembeli atau kurir," jelasnya.
Baca Juga : Kasus Gagal Ginjal Akut Merebak di Indonesia, Dinkes Kota Malang Imbau Orang Tua Waspada
Untuk pelaksanaan bazar ini, dilakukan secara online maupun offline, dengan target pembeli para guru, para siswa maupun para orang tua wali. Dalam bazar ini terdapat 26 stand, setiap kelas mengeluarkan 1 stand. Setiap stand juga diwajibkan untuk membuat sebuah iklan dari produknya, yang nantinya juga menjadi penilaian dalam lomba.

"Dalam kegiatan projects ini juga dilombakan dengan banyak indikator dan aspek penilaian. Nantinya juga akan ada raport untuk kegiatan ini," terangnya.
Ketua Panitia, Suryo Hadi, menambahkan, Hybrid Bazar ini menjadi sarana belajar dan implementasi kurikulum merdeka yang dinamis, sehingga para siswa lebih inovatif dan berakhlak mulia.

"Ini merupakan hari kedua, di mana transaksinya online dan offline. Online bagi guru dan offline bagi siswa," tambahnya.
Sementara itu, dalam teknis penilaian lomba, akan dinilai kejujuran, kesopanan dalam pelayanan terhadap konsumen, kekompakan, pengemasan produk yang dijual, kreativitas, laporan kegiatan perencanaan, ketepatan waktu pengumpulan proposal iklan dan termasuk juga hasil atau laba dari kegiatan bazar.