JATIMTIMES - Kurang lebih 100 pemuda dari 5 komunitas mengikuti Seminar Kebangsaan, Rabu (14/9/2022) di Aula Minapolitan Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
Kelima komunitas tersebut yakni Komunitas Cinta Tanah Air (KCTA), Forum Tenaga Sukarelawan Tulungagung (FTST), Persatuan Pengusaha Warung Kopi Tulungagung (PPWKT), Persatuan Pemuda Karangrejo (PEPAK) dan Komunitas Persaudaraan Baruklintheng (BRK) Tulungagung.
Baca Juga : Asyik Main Labi-Labi, Bapak-Bapak di Tulungagung Ini Dibekuk Polisi
Ketua Komunitas BRK Tulungagung sekaligus ketua pelaksana seminar, Suryani mengatakan, Seminar Kebangsaan dengan tema “Menyiapkan Generasi Bangsa yang Sehat dan Bermartabat" ini adalah hasil kerja sama dengan Bakesbangpol Tulungagung.
Menurutnya, optimalisasi nilai-nilai kebangsaan memang harus dimulai dari kalangan para pemuda, karena pemuda adalah generasi penerus bangsa.
“Para pemuda tentu harus mengambil peran yang banyak dalam mewujudkan nilai-nilai kebangsaan dan mengisi kemerdekaan serta pembangunan di Tulungagung, ” kata pria yang akrab disapa Kek Co usai acara.
Dia menjelaskan, generasi muda saat ini atau yang disebut dengan generasi Z dan generasi Y disibukkan dengan sosial media, media digital, teknologi dan lain sebagainya. Era digitalisasi dan era globalisasi itu, sebenarnya adalah sebuah ruang yang justru berpotensi mempercepat politik identitas.
Sehingga, jika tidak dilakukan pengawasan terhadap pemuda, akan meruntuhkan rasa nasionalisme di kalangan masyarakat khususnya para pemuda.
"Yang namanya globalisasi susah dibendung, maka dari itu lewat kegiatan seperti ini harusnya menjadi asupan yang baik untuk membentengi anak muda kita dari kehilangan identitas bernegara,” jelasnya.
Di tempat yang sama, salah satu pemateri Seminar Kebangsaan, Zaki Fitri Widodo mengatakan kegiatan ini sangat penting sebagai media untuk menjaring aspirasi. Khususnya, untuk pengembangan pemuda di Tulungagung.
Selain itu, kegiatan Seminar Kebangsaan juga menjadi media edukasi bagi para pemuda agar bisa mengambil peran dan mewarnai pembangunan secara positif.
Baca Juga : Gelar Pertemuan Lintas Sektor, Pemkot Kediri Susun Rencana Penanganan Kasus Kekerasan Anak
"Pemuda adalah sebuah cikal bakal generasi penerus bangsa. Jangan sampai mentalnya rusak, serta kreativitasnya dibatasi, bahkan tidak peka terhadap kehidupan sosial," kata Zaki.
Zaki menambahkan, saat ini komunitas persaudaraan Baruklintheng Tulungagung, sudah mulai membangun organisasi menjadi sebuah organisasi yang peduli terhadap kehidupan sosial.
Baruklintheng Tulungagung telah mengajak semua pemuda, untuk lebih produktif dalam berkegiatan serta bagaimana pemuda harus mengeksplorasi diri, mengembangkan diri dan meningkatkan kreativitas.
Zaki mengajak agar semua pemuda di Tulungagung terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, kreativitas, serta berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan.
"Nilai pemuda itu sangat diperhitungkan, untuk itu harus betul-betul di kembangkan," tutupnya.
Sebagai informasi, Seminar Kebangsaan itu juga menghadirkan pemateri dari Kepala BNN Tulungagung AKBP Soni Sugiarto dan Pegiat Sosial di Tulungagung Ali Hamdan Mabrur.