free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Ketika Jebolan S2 ITB Ingat Jadi Korban Bully Guru SMPN 68 Jaksel

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

01 - Sep - 2022, 02:26

Loading Placeholder
Potongan gambar dari video unggahan akun TikTok Uryceria (Ist)

JATIMTIMES - Viral seorang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengunggah video di media sosial TikTok yang bercerita pernah menjadi korban bullying. Aksi tersebut dilakukan oleh sang guru saat duduk di bangku SMU.  

Video tersebut diunggah diakun @uryceria. Dalam video yang diunggah itu, terdapat foto seorang siswa SMU tertulis dari SMU 70 Jakarta. Dalam video juga tertulis narasi yang menceritakan seorang guru fisika SMPN 68 Jaksel yang tahun 2001 meneriaki seorang siswi dengan kata-kata yang terkesan mengolok-olok. Hal itu, disebabkan lantaran siswi tersebut hanya membawa catatan buku kelas 2 di kelas dalam persiapan UN. 

Baca Juga : Terjatuh ke Blue Fire, Seorang Penambang Belerang di Kawah Ijen Banyuwangi Tewas

"Buat Pak In, Guru Fisika SMPN 68 Jaksel yang tahun 2001 teriakin saya di dalam kelas " heh jelek! Sampe nangis darah sekalipun kamu ga bisa masuk SMUN 34!!. Cuma karena saya bawa buku catatan kelas 2 di kelas persiapan UN," tulis dalam narasi dalam video.

Sementara itu, dalam video yang diunggah tertulis caption, "Selalu inget memori ini meski saya sebenarnya cukup chill menghadapinya, tapi gimana kalau anak lain mengalami & kena mental? semoga ga akan ada lagi guru seperti ini . karena guru adalah pendidik bukan pembully, seharusnya bikin belajar jadi menyenangkan bukan menyeramkan," tulis caption dalam unggahan itu. 

Di situ, ia menceritakan merupakan anak seorang tukang bangunan yang tak mampu untuk ikut bimbingan belajar. Tidak seperti halnya murid kesayangan guru terssebut bernama Cindy. Ia kemudian menjelaskan melalui narasi yang tertulis dari video, meskipun mendapatkan bullying, tetap merasa bangga lantaran bisa masuk ke SMA favorit.  "Tapi Alhamdulillah, saya keterima di SMUN 70 pak, yang lebih favorit," tulis dalam narasi.

Kemudian, lanjut penjelasan dalam narasi video, setelah lulus, tiga tahun kemudian ia meneruskan studi ke UI untuk melihat pengumuman D3. Saat itu ia diterima sedangkan anak sang guru tidak diterima. Namun saat itu ia tak mengambil D3 dan kemudian justru mengambil S1 di Unpad.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan jika saat ini telah lulus S2 dari ITB dan bersyukur bisa lulus dengan IPK cumlaude. "Bukannya saya rendam saya juga doakan anak bapak (yang cukup saya kenal di SMP) jadi orang sukses dan bahagia. Tapi saya juga berdoa ga ada lagi guru seperti bapak" tulis harapan dan doa untuk sang guru yang sempat membullynya. 

Baca Juga : Pelajar Asal Blitar Terseret dan Tenggelam Sungai Brantas yang Tenang tapi Menghanyutkan

Sejauh ini, unggahan tersebut telah ditonton 936 ribu dan dibanjiri ribuan like maupun komen. Seperti salah satunya @usertiktok yang berkomentar," jangan jadikan Sekolah Favorit atau nilai tinggi itu lambang kesuksesan. kalau tiap bulan 2 M, nah itu yang real".

Kemudian ada akun, @Sas: Guru BK SMA ku, mana bisa kau masuk universitas negeri nilai pas-pas an, S1 Masuk Unpad jalur Snpmtn, S2 UI Beasiswa, terimakasih pak BK, mulutmu ku beli ???". 

Ada juga yang menganggap, justru ucapan dari guru tersebut merupakan pemacu kesuksesan. Seperti akun @jengtiara yang berkomentar, "mbanya sukses juga pasti terpacu dari kata2 si bapak. kdg2 sesuatu yg gak enak itu justru jd motivasi yg sangat kuat. mbanya keren ?".


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---