free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Beredar Lagi Video Rektor UIN Jember Ajak Maba Nyanyi di Masjid, Humas UIN: Itu di Waktu yang Berbeda

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : A Yahya

30 - Aug - 2022, 00:09

Loading Placeholder
Kepala pusat data dan informasi UIN KHAS Jember DR. Moh. Nur Afandi MPd.I (foto : Moh. Ali Makrus ) Jember TIMES)

JATIMTIMES – Persoalan beredarnya video puluhan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri KH. Ahmad Sidiq (UIN KHAS) Jember yang berjoget di dalam bangunan menyerupai masjid, masih berlanjut. Meski pihak UIN KHAS Jember melalui Saihan selaku panita PBAK (Pengenalan Budaya AKademik dan Kemahasiswaan sudah melakukan klarifikasi .

Terbaru beredar video lainnya yang berisi Rektor UIN KHAS Jember Prof. DR. Babun Soeharto mengajak salah satu maba bernyanyi di area yang sama, bahkan dalam unggahan sebuah screenshoot di IG @Uinkhascenter menyebutkan, jika apa yang disampaikan oleh panitia PBAK terhadap sejumlah wartawan tidak sesuai dengan fakta.

Baca Juga : Ratusan Pelajar Belajar #Cari_Aman Bersama Honda

Dalam postingan tersebut, salah satu maba (mahasiswa baru) menyatakan, bahwa aksi joget maba di dalam masjid yang viral, diawali dari rector UIN Khas Jember yang menyuruh salah satu maba untuk bernyanyi. Kemudian disusul oleh dirinya sendiri yang saat itu berdiri dan menari, dan diikuti oleh maba lainnya, sehingga beredar video viral mahasiswa UIN Jember sedang berjoget di dalam masjid.

“Misi min, saya ada video waktu itu rector awalnya yang memulai itu, setelah sambutan lalu rector bertanya kepada maba apakah ada yang bias bernyanyi, lalu rector ini duet sama maba itu, lalu selang beberapa menit ada joget gitu min termasuk saya itu suruhan dari pk, saya gini ini karena kecewa banget min, udah ukt besar dan saya dikecewakan banget. Saya gini menyampaikan agar tidak ada korban kekecewaan seperti saya min, sekarang mental saya down dan insyaalloh memilih mengundurkan diri,” tulis postingan di akun IG @Uinkhascenter.

Postingan ini juga mendapat tanggapan dari akun @uinkhascenter dimana dalam tanggapannya, agar disimak, apakah klarifikasi dari pihak kampus sudah sesuai dengan keterangan maba yang ada di lokasi kejadian.

“Tolong disimak dengan hati-hati ini curhatan maba UIN KHAS Jember, Klarifikasi yang sudah dilakukan pihak kampus apakah sudah sesuai dengan keterangan maba yang jelas ada dilokasi kejadian?” tanggapan dari @uinkhascenter.

Untuk menelusuri adanya perbedaan klarifikasi dari pihak panitia PABK dengan postingan maba ini, wartawan ini berusaha melakukan konfirmasi ke Rektor UIN KHas Jember Prof. DR. Babun Soeharto, namun tidak mendapat tanggapan.

Saat media ini mendatangi kampus UIN KHas Jember di Jalan Jumat Mangli Kaliwates Jember, oleh pihak rektorat diarahkan ke Humas UIN KHas Jember. “Kalau klarifikasi itu langsung ke humas saja pak, di bagian pusat data dan informasi,” ujar petugas di rektorat.

DR. Moh. Nur Afandi selaku kepala Pusat data dan Informasi UIN KHas Jember, saat ditemui di ruang kerjanya menyatakan, bahwa apa yang disampaikan maba tidak benar, dimana video maba yang berjoget dengan video rektor mengajak maba duet ada jeda waktu yang cukup panjang.

“Kalau video pak rektor mengajak duet maba itu dilakukan pada pagi hari sekitar jam 9 setelah sambutan, sedangkan aksi joget maba itu dilakukan sore hari pada hari yang sama saat mengisi waktu luang karena maba belum boleh meninggalkan tempat, jadi saya pastikan apa yang di posting di IG uinkhasjember tidak lah benar,” ujar Afandi.

Baca Juga : Fakultas Hukum Unisba Blitar dan Mahkamah Konstitusi Gelar Kuliah Umum, Angkat Soal Hak Konstitusional Warga Negara

Afandi juga menyatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh panitia PABK sudah benar, dimana pada saat ada aksi joget di dalam bangunan tersebut, pihak kampus langsung menindak dengan menghentikannya.

Sedangkan mengenai bangunan yang disebut merupakan masjid di dalam kampus, Afandi tidak mengelak, jika bangunan tersebut memang akan diproyeksikan sebagai masjid di dalam kampus UIN KHas Jember, namun bangunan tersebut masih tahap pembangunan dan belum diresmikan.

“Kalau bangunan itu memang akan dijadikan sebagai masjid, namun masih belum diresmikan, jadi belum bisa disebut masjid, karena masjid yang resmi di dalam kampus UIN adalah masjid Sunan Ampel yang saat ini masih digunakan di samping kantor rektorat,” ujar Afandi.

Ketika ditanya tentang bangunan yang dijadikan tempat joget maba penah digunakan untuk beribadah, Afandi juga menyatakan, bahwa kalau dijadikan tempat ibadah oleh mahasiswa benar, namun dirinya kembali menegaskan, jika pihak kampus belum pernah memakai bangunan tersebut untuk dijadikan tempat ibadah.

“Kalau pernah dijadikan tempat ibadah iya, tapi secara regular pihak kampus belum pernah menggunakan bangunan tersebut untuk beribadah, karena memang belum selesai proses pembangunannya, siapapun bias beribadah di tempat manapun selama tempat tersebut bersih dan suci, termasuk dibangunan itu,” ujarnya.

Pihaknya pun saat ini masih menyelidikan oknum yang mengatasnamakan maba dengan membuat postingan di IG uinkhasjember, yang menyatakan akan mengundurkan diri tersebut. “Sampai saat ini tidak ada maba yang mengundurkan diri, dan IG kampus kami yang resmi adalah uinkhasjemberofficial bukan uinkhascenter,” pungkas Afandi. (*)


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---