free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Wisata

Wamenparekraf RI Angela Tanoesoedibjo Tinjau Langsung Inovasi Homestay Naik Kelas di Banyuwangi

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Jul - 2022, 03:01

Loading Placeholder
Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (nomor 2 dari kiri) saat meninjau homestay di Desa Kemiren Glagah Banyuwangi (Disbudpar Banyuwangi for Jatim Times)

JATIMTIMES- Angela Tanoesoedibjo,  Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Republik Indonesia (RI) meninjau langsung program Homestay Naik Kelas di Banyuwangi. Angela didampingi langsung oleh M Yanuarto Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Rabu (06/07/2022).

Program yang dikembangkan oleh pemerintah Banyuwangi ini merupakan peningkatan kualitas homestay dari sisi sumber daya manusia (SDM), pelayanan, hingga sarana prasarana guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan yang menginap di homestay.

Baca Juga : Sasar Proses Kerja Terperinci, LP2M UIN Malang Susun SOP Program Penelitian dan PKM

Dalam kunjungan pertamanya, Angela meninjau Didu's Homestay. Homestay ini memiliki total sembilan pondok dengan berbagai jenis kamar seperti tipe bungalow untuk dua orang dan 3 orang. Ada juga pondok dengan tipe keluarga yang dapat menampung sampai dengan lima orang.

Meski terkesan tradisional, setiap pondok  menyiapkan fasilitas kamar mandi dalam dengan western toilet. Kemudian, di area tengah homestay terdapat sebuah pendapa untuk tamu maupun pengunjung yang ingin bersantai.

Program kunjungan Wamenparekraf RI berlanjut ke lokasi kedua di Homestay Kedaton Wetan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi yang mendapatkan Juara Terbaik Ajang EJTA Jatim 2021.

Homestay ini menyuguhkan nuansa rumah adat Osing sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan wisata di Kabupaten Banyuwangi, khususnya di Desa Wisata Adat Osing Kemiren. Tampak ornamen barang-barang antik Suku Osing serta kasur merah hitam yang terbuat dari kapuk, tentunya menjadi khas milik masyarakat Osing Desa Kemiren.

Wamen Angela mengungkapkan kekaguman terhadap Banyuwangi dengan segala inovasi, terobosan dan keramahtamahan masyarakatnya yang mampu membuat pengunjung dan warga pendatang dari luar daerah terkesan.

"Tadi sudah melihat beberapa homestay di Banyuwangi. Program ini mudah-mudahan bisa direplika bagi  beberapa daerah lain," jelas Angela.

Pemkab Banyuwangi dalam sepuluh tahun terakhir tidak mengizinkan pendirian hotel melati atau kelas tiga ke bawah. Untuk mendukung program pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata, pemerintah memberdayakan potensi rumah milik warga yang disulap menjadi homestay.  

Baca Juga : Tiga Poin Ini Buat Wali Kota Mojokerto Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana

Sementara Kadisbudpar Kabupaten Banyuwangi, Bramuda menyampaikan inovasi program Homestay Naik Kelas merupakan upaya peningkatan ekonomi yang dampaknya langsung dirasakan oleh warga.

Selain itu, juga diperkuat dengan kebijakan daerah yang membatasi pendirian hotel bintang tiga ke bawah  yang tentunya memperkuat pengembangan homestay di Banyuwangi.

"Pembatasan ini tentu upaya untuk mengangkat homestay-homestay warga supaya efeknya terasa langsung kepada warganya," ungkap Bramuda.

Dampak ekonomi pengembangan sektor pariwisata tersebut harus menjadi terukur, terutama dalam menggerakan ekonomi warga. Di Banyuwangi, sektor pariwisata selain menaikan pendapatan per kapita masyarakat juga ada andil bagi penurunan  angka kemiskinan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Nurlayla Ratri

Wisata

Artikel terkait di Wisata

--- Iklan Sponsor ---