JATIMTIMES - Manajemen Persik Kediri kembalikan Piala Trofeo Nusantara, yang kemarin didapat, usai meraih gelar juara di turnamen tersebut.
Hal itu seiring adanya sikap tegas yang diambil oleh manajemen Persik Kediri, terkait adanya tudingan yang menganggap tim Persik Kediri bermain keras dan dianalogikan bermain adu kungfu di turnamen tersebut.
Baca Juga : Dua Kejadian Hebohkan Tulungagung, Sala Satunya Laporan Diwik-wik dan Dianiaya Pacar
Atas adanya tudingan itu, manajemen secara tegas menjawab jika hal itu tidaklah benar, dan merupakan opini sepihak tanpa melihat statistik dan kejadian di dalam sebuah pertandingan.
Rawindra Ditya, Direktur Utama Persik Kediri, mengatakan bahwa opini sepihak yang muncul itu dapat dibantah dengan melihat hasil match summary yang dikeluarkan oleh wasit yang memimpin pertandingan Trofeo Nusantara bersama Ronaldinho. Di mana dalam pertandingan itu Persik Kediri tidak menerima kartu kuning maupun merah, baik di laga pertama menghadapi Rans Nusantara FC maupun di laga kedua menghadapi Arema FC.
Selain itu, disepanjang jalannya pertandingan, Persik Kediri juga memberikan penghormatan dan kesempatan terhadap Ronaldinho untuk menunjukkan skil kemampuannya di lapangan, tanpa mendapatkan adanya tekanan dari pemain.
Ditambahkan oleh Rawindra, khusus di laga pertama saat bermain bersama Ronaldinho, dari total pelanggaran sebanyak 12 kali, Persik Kediri tercatat hanya melakukan 4 pelanggaran saja, sisanya 8 pelanggaran itu justru dibuat oleh pemain dari Rans Nusantara.
Baca Juga : Membanggakan, Atlet Asal Pamekasan Raih 7 Medali Emas dan ini Respons Ketua KONI
Sementara itu, tudingan bermain adu kungfu itu keluar dari statement Chairman klub Liga 1 Indonesia RANS Nusantara FC Rudy Salim yang menilai jika laga trofeo Ronaldinho yang mempertemukan timnya dengan Persik dan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (26/6), berjalan serius karena salah paham.
“Kemarin itu, dalam briefing saya mengatakan ini adalah ‘fun game’. Ternyata, ‘di sebelah’ mungkin menganggapnya ‘adu kungfu’. Jadi ada salah paham karena sepertinya serius banget sudah kayak Liga Champions,” kata Rudy di Jakarta.