JATIMTIMES - Bella Putri Lestari, perempuan yang akrab disapa Bella ini menunjukkan prestasinya. Ia mampu menyumbang medali emas dan perak bagi kontingen Banyuwangi yang bertanding dalam Porprov VII Jatim di Kabupaten Bondowoso.
Gadis yang lahir di Banyuwangi, 27 Desember 2003 lulus dari SMAN Darushollah Singojuruh dan pindahan dari SMAN 1 Rogojampi itu mengatakan ia mengenal Cabor Panahan sejak Pekan Olahraga Sekolah Dasar (POR- SD ) 2015 di Kabupaten Tulungagung. Pada saat itu, ia mampu meraih tiga medali emas bersama Galih Prasetyo yang juga mendapatkan dua emas.
Baca Juga : Giliran Cabor Gulat Kota Batu, Borong 1 Medali Emas dan 3 Perak di Porprov Jatim VII
Selanjutnya dalam Porprov VI Kabupaten Bojonegoro 2019 Bella juga menyumbang satu perak dan 1 Perunggu serta beregu bersama Syalzaesha yang berhasil meraih tiga medali emas.
Dalam Porprov VII Jatim tahun ini, Bella tampil prima pada nomor Kualifikasi di hari pertama Divisi Coumpund dengan meraih satu emas dan satu perak untuk individu.
Kemudian dalam kategori yang sama menambah satu emas lagi di Nomor Total Score Mix Team bersama pasangannya Atanas Dhiya Ulhaq.
Sementara itu, dalam nomor aduan Individu Putri di hari kedua, penampilan Bella menurun drastis karena gangguan sakit perut (datang bulan) saat bertanding. Sehingga harus puas dengan meraih dua perak pada 2 nomor yang diikuti yaitu Aduan Individu dan Aduan Mix Team.
Kini, setelah menuntaskan SMA, selain ingin mengembangkan kemampuannya, putri pasangan Tukirin dan Siti Munawaroh itu ingin melanjutkan kuliah di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas PGRI (UNIBA) Banyuwangi.
Baca Juga : Cetak Mahasiswa Berprestasi, Unisba Blitar Sukses Gelar Pilmapres
"Saya masih bisa tampil dalam Porprov Jatim dua kali lagi. Selain itu ada harapan bisa masuk Tim Panahan Jatim dan Timnas Panahan untuk tampil dalam kejuaraan yang lebih tinggi," jelas Bella.
Sementara Bonavita Budi Wijayanto, Pelatih Kepala Tim Panahan Banyuwangi yang akrab disapa Totok menyesalkan masih adanya sekolah yang belum mampu memberikan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan potensi bagi atlit. Selain itu juga kurang mengapresiasi prestasi non akademis di sekolah untuk menempuh pendidikan.
"Dalam kenyataan justru dengan prestasi yang diraih para atlet dalam olahraga itulah nama sekolah nya bisa terangkat dan lebih dikenal masyarakat," jelas Pelatih asal Genteng yang selalu sukses menyumbang medali dalam Porprov Jatim sampai saat ini.