Pengamat sebut Penjaringan Presiden dan Kepala Daerah oleh JatimTIMES.com Sadarkan Masyarakat Melek Politik | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg
Pesta Demokrasi 2024

Pengamat sebut Penjaringan Presiden dan Kepala Daerah oleh JatimTIMES.com Sadarkan Masyarakat Melek Politik

Jun 14, 2022 21:50
Pengamat Komunikasi Politik sekaligus Dosen Komunikasi Politik FISIP UHAMKA Jakarta Verdy Firmantoro. (Foto: Dok. Pribadi for JatimTIMES)
Pengamat Komunikasi Politik sekaligus Dosen Komunikasi Politik FISIP UHAMKA Jakarta Verdy Firmantoro. (Foto: Dok. Pribadi for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak bakal segera digelar pada tanggal 14 Februari 2024. 

Sebagai bagian pilar demokrasi yang berasal dari unsur media, JatimTIMES.com melakukan penjaringan nama-nama bakal Calon Presiden, Calon Gubernur Jawa Timur, Calon Bupati dan Calon Wali Kota di wilayah Jawa Timur melalui kuisioner yang disebar melalui website JatimTIMES.com. 

Baca Juga : DPRD Banyuwangi Siap Bahas Raperda tentang Pemberdayaan dan Pengakuan Adat Istiadat Budaya Osing

 

Menurut pengamat Komunikasi Politik Verdy Firmantoro, proses yang dilakukan oleh JatimTIMES.com merupakan langkah yang bagus dan sangat positif. Proses kandidasi dan penyerapan aspirasi langsung dari masyarakat yang dilakukan oleh JatimTIMES.com melalui penyebarluasan kuisioner online, merupakan ruang yang strategis. 

"Artinya masyarakat nanti diberikan alternatif untuk mulai berfikir terkait dengan calon atau kandidat yang akan berkontestasi di Pilpres, maupun Pilkada di kontestasi politik kedepan utamanya di tahun 2024," ungkap Verdy kepada JatimTIMES.com, Selasa (14/6/2022). 

Pihaknya pun mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan JatimTIMES.com dalam meramaikan momentum Pemilu dan Pemilukada serentak tahun 2024 mendatang. Karena, menurutnya yang melakukan penjaringan semacam ini biasanya partai politik (parpol). Di mana kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui konvensi, jejak pendapat maupun survei. 

"Tapi ini dilakukan oleh media tentu menjadi bagian yang sangat positif. Karena media tentunya sebagai pilar demokrasi. Jadi media memerankan sebagai pilar demokrasi yang bisa digunakan untuk wadah menyerap aspirasi masyarakat," tutur Verdy. 

Pengamat sekaligus Dosen Komunikasi Politik di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka ini menuturkan, JatimTIMES.com sebagai bagian dari pilar demokrasi yang secara praktik politik tidak langsung berkepentingan dalam memberikan ruang bagi calon-calon tertentu seperti halnya parpol, akan memudahkan masyarakat dalam menimbang figur-figur bakal calon Presiden maupun bakal calon kepala daerah di masing-masing wilayah. 

"Jadi masyarakat tidak buta politik, tapi justru melek politik dengan kesadaran penuh melalui calon-calon yang dikenalkan lebih dahulu. Jadi tidak semacam di hari H dikenalkan, kemudian mereka akhirnya tidak mempunyai kesempatan atau waktu untuk mempertimbangkan," jelas Verdy. 

Dengan adanya proses penjaringan kandidasi melalui kuisioner online yang difasilitasi JatimTIMES.com ini membuat masyarakat dapat mulai mempertimbangkan atau menilai bakal calon Presiden maupun kepala daerah yang memiliki pengalaman ataupun track record mumpuni sebagai seorang pemimpin. 

Akademisi yang juga merupakan kandidat Doktor FISIP Universitas Indonesia (UI) menyampaikan, langkah penjaringan bakal calon presiden dan bakal calon kepala daerah yang dilakukan oleh JatimTIMES.com merupakan upaya kontrol sosial. 

Pasalnya, upaya semacam ini menurutnya juga untuk mencegah adanya bakal calon presiden ataupun kandidat bakal calon kepala daerah yang tidak mempunyai pengalaman, karya maupun track record kepemimpinan ke belakang. Karena jika tidak memiliki pengalaman sebelumnya, berpotensi menahan laju perkembangan tatanan birokrasi. 

Baca Juga : 565 PPPK Terima SK Pengangkatan dari Bupati Salwa 

 

Selain itu, proses kandidasi semacam ini kata Verdy merupakan upaya fasilitasi secara bottom up atau bawah ke atas. Artinya penjaringan dilakukan langsung melalui suara-suara masyarakat untuk dipertimbangkan di tataran pusat maupun daerah. 

"Jadi nama-nama itu muncul dari masyarakat, harapannya ketika nama itu muncul dari masyarakat, dipilih oleh masyarakat, diproses oleh masyarakat, dan nanti mereka dikembalikan lagi kepada masyarakat. Jadi itu lebih egaliter dan sangat inklusif. Jadi masyarakat dilibatkan untuk memilih kandidat-kandidat yang akan dipilih itu sendiri," terang Verdy. 

Sementara itu, alumnus FISIP Universitas Brawijaya (UB) ini menyarankan agar masyarakat dapat merespons dengan baik upaya penjaringan bakal calon presiden maupun bakal calon kepala daerah yang dilakukan JatimTIMES.com. Hal itu dapat berupaya partisipasi aktif secara penuh. 

"Jadi mereka bisa menyampaikan aspirasinya dengan mengisi form itu tadi, menunjukkan minimal istilahnya figur-figur tertentu yang mereka bisa jadi usulkan. Karena di situ kan tidak terbatas," kata Verdy. 

Meskipun langkah yang dilakukan JatimTIMES.com dinilai bagus, Verdy tetap mengimbau kepada seluruh pihak, tidak seluruh masyarakat perhatian atau aware terhadap proses penjaringan melalui kuisioner online semacam ini.

"Jadi memang ini sekaligus bagian dari edukasi publik, edukasi politik terhadap masyarakat, literasi politik kepada masyarakat, agar publik atau masyarakat itu tidak ewuh pakewuh terhadap istilahnya forum atau ruang-ruang seperti ini," terang Verdy. 

Karena menurutnya, masyarakat sebenarnya dapat menyampaikan aspirasi melalui layanan ataupun wadah yang telah diberikan oleh media, dalam hal ini JatimTIMES.com. "Kan media menjadi salah satu pilar yang cukup penting, sehingga aspirasi mereka lebih di dengar, aspirasi mereka bisa lebih dijadikan pertimbangan untuk proses-proses politik kedepan," pungkas Verdy. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Calon Presiden kuisioner pemilu

Berita Lainnya