30/01/2023 CSIS Nilai Keberadaan KIB Strategis dan Dibutuhkan untuk Dinamika Politik Jelang Pemilu 2024 | Jatim TIMES

CSIS Nilai Keberadaan KIB Strategis dan Dibutuhkan untuk Dinamika Politik Jelang Pemilu 2024

Jun 11, 2022 16:26
Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) (Foto: Istimewa)
Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) (Foto: Istimewa)

Pewarta: Desi Kris | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai keberadaan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) merupakan sebuah strategis dan dibutuhkan untuk dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2024. 

Peneliti CSIS Arya Fernandes menuturkan, langkah KIB yang diinisiasi Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN, dan Ketum PPP ini menarik sehingga bisa merebut perhatian publik setelah DPR mengumumkan tahapan Pemilu 2024.

Baca Juga : Kasus Penganiayaan hingga Sebabkan Kematian di Tumpang, Kuasa Hukum: Pelaku Bermaksud Membela Diri

Arya menyebut manuver yang dilakukan 3 partai untuk membentuk KIB sejak dini, berpotensi diikuti partai lainnya. Menurutnya, munculnya KIB akan membuat perubahan tren perilaku partai dalam berkoalisi.

Ia memprediksi, pascakeberadaan KIB, partai-partai lain akan menggabungkan diri dalam koalisi.

CSIS mencermati ada sejumlah dampak pembentukan KIB yang merupakan koalisi strategis. Pertama, KIB sudah memenuhi persyaratan dukungan 20 persen pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden. Gabungan suara tiga partai tersebut mencapai 25,7 persen.

Kedua, di dalam KIB, Golkar, PAN, dan PPP memiliki banyak waktu untuk mendiskusikan platform kebijakan yang ingin dibawa pada kontestasi pemilu.

"Waktu yang cukup lama untuk mengelaborasi kepentingan politik masing-masing partai dan memiliki potensi untuk menciptakan koalisi permanen yang berlandaskan pada ide dan gagasan, setidaknya menuju momen pemilihan,” tutur Arya dalam keterangan, Jumat (10/6/2022).

CSIS memprediksi Pilpres dan Pileg pada 14 Februari 2024 akan berlangsung kompetitif dan ketat. Menurutnya, ada tiga hal yang membuat pesta demokrasi lima tahunan ini berlangsung sengit.

Pertama, jarak elektabilitas di antara tokoh-tokoh populer pada hasil survei cukup dekat. Kedua, masih cairnya koalisi antar partai.

Baca Juga : Apel Kebangsaan Satu Indonesia, KSP Moeldoko dan Bupati Blitar Ajak Pemuda Rawat Ideologi Pancasila

"Ketiga, tidak adanya petahana dalam Pemilu 2024 tersebut,” tegas Arya.

Arya menambahkan, koalisi dini yang dilakukan KIB memberikan partai anggotanya memiliki daya tawar politik bagi calon yang dianggap potensial untuk diusung di Pilpres 2024.

Ketiga partai juga memiliki kesempatan dan keleluasaan untuk melakukan uji publik kandidat potensial untuk menjadi calon presiden. Selain itu, keberadaan KIB akan mendorong partai-partai lain untuk juga melakukan konsolidasi serupa.

“Artinya, pembentukan lebih dari dua poros politik menjelang 2024 dapat terealisasi,” ujarnya.

Judul berita CSIS Nilai Keberadaan KIB Strategis dan Dibutuhkan untuk Dinamika Politik Jelang Pemilu 2024.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Pilpres 2024 koalisi indonesia bersatu

Berita Lainnya