01/12/2022 Di Tengah Berlanjutnya Tren Peningkatan Inflasi Global, Realisasi Inflasi Indonesia Masih Terkendali | Jatim TIMES

Di Tengah Berlanjutnya Tren Peningkatan Inflasi Global, Realisasi Inflasi Indonesia Masih Terkendali

Jun 02, 2022 20:22
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)

Pewarta: Tubagus Achmad | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Di tengah berlanjutnya tren peningkatan inflasi global, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mencatat bahwa realisasi inflasi Indonesia masih terkendali. 

Realisasi inflasi pada Mei 2022 tercatat sebesar 3,55 persen (yoy). Persentase tersebut sedikit meningkat jika dibandingkan dengan  April yang tercatat sebesar 3,47 persen (yoy). Namun, tetap berada dalam rentang sasaran inflasi yang telah ditetapkan sebesar 3±1 persen (yoy).

Baca Juga : Pemkot Batu Respons Positif 3 Raperda dari DPRD

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan,  inflasi di Indonesia masih terkendali di tengah tren peningkatan inflasi yang masih terjadi di berbagai negara belahan dunia. 

"Seperti Uni Eropa saat ini inflasinya tercatat sebesar 8,1 persen (yoy) pada Mei 2022. Kemudian India, Korea Selatan dan Inggris yang realisasi inflasinya masing-masing tercatat sebesar 7,79 persen (yoy), 4,8 persen (yoy) dan 9 persen (yoy) pada April 2022. Bahkan inflasi Rusia tercatat hingga mencapai 17,83 persen (yoy)," ungkap Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima JatimTIMES.com, Kamis (2/6/2022). 

Secara bulanan, pada  Mei 2022 tercatat inflasi sebesar 0,40 persen (mtm). Persentase tersebut menurun dibandingkan  April yang mencapai 0,95 persen (mtm). Capaian inflasi Mei 2022 dipengaruhi oleh pergerakan dari seluruh komponen. 

Inflasi komponen volatile food (VF) tercatat sebesar 0,94 persen (mtm) atau 6,05 persen (yoy) terutama disumbang oleh kenaikan harga telur ayam ras dan bawang merah. Kenaikan harga telur ayam ras saat ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi yang berasal dari harga pakan dan masih tingginya permintaan masyarakat. Kenaikan harga telur ayam ini juga mendorong kenaikan NTP subsektor peternakan sebesar 0,07 persen. 

Komoditas yang mengalami penurunan harga salah satunya minyak goreng dengan andil -0,01 persen. Kebijakan pemerintah terkait pelarangan ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya pada 28 April sampai 23 Mei 2022 menyebabkan turunnya harga kelapa sawit dan berdampak pada penurunan harga minyak goreng secara keseluruhan.

Inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen (mtm) atau 2,58 persen (yoy). Secara tahunan inflasi inti sedikit menurun dibanding  April yang tercatat sebesar 2,60 persen (yoy), namun tetap konsisten dalam tren yang tinggi. Hal ini menunjukkan permintaan masyarakat yang tetap kuat pasca-momen hari besar keagamaan dan nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriah. 

Sedangkan berdasarkan komoditas penyumbangnya, inflasi inti pada Mei 2022 dipengaruhi oleh kenaikan harga ikan segar, nasi dengan lauk, serta roti manis.

Baca Juga : Cantik dan Menarik, Sederet Aksesoris ini Bisa Tunjang Penampilan Hijabers

Komponen inflasi administered price (AP) tercatat sebesar 0,48 persen (mtm) atau 4,83 persen (yoy) dengan andil 0,09 persen, disumbang utamanya oleh kenaikan tarif angkutan udara yang didorong masih tingginya mobilitas arus balik serta pulihnya mobilitas pasca HBKN Idulfitri 1443 Hijriah. 

Secara umum, dampak dari kenaikan harga komoditas global terhadap inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) saat ini masih terbatas. Namun jika diperhatikan lebih lanjut, transmisi dari kenaikan harga pangan global pada Mei 2022 sudah terlihat pada inflasi indeks harga perdagangan besar (IHPB). 

IHPB Mei 2022 tercatat sebesar 0,33 persen (mtm) atau 4,23 persen dengan andil penyumbang terbesar yaitu sektor industri (0,31 persen). Andil sektor industri antara lain disumbang dari kenaikan komoditas tepung terigu dan mie kering instan, seiring kenaikan harga gandum global.

"Pemerintah akan terus memonitor dan mencermati rambatan dari tekanan eksternal, terutama kenaikan harga komoditas global yang ditransmisikan dalam bentuk kenaikan harga dan inflasi domestik," tutur Airlangga. 

Selain itu, pemerintah dan Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi komunikasi kebijakan untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat dan menjangkar inflasi tetap terjaga di kisaran sasaran.  

Judul berita Di Tengah Berlanjutnya Tren Peningkatan Inflasi Global, Realisasi Inflasi Indonesia Masih Terkendali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Menko Perekonomian Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Berita Lainnya