Umat Buddha di Banyuwangi Bersiap Sambut Perayaan Waisak, Mulai Bakti Sosial hingga Berpuasa | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Umat Buddha di Banyuwangi Bersiap Sambut Perayaan Waisak, Mulai Bakti Sosial hingga Berpuasa

May 15, 2022 20:55
Umbul-umbul dan bendera Buddhis terpasang di Vihara Dhamma Mukti Desa Yosomulyo sambut Hari Raya Waisak 2566 BE. (Foto. Suwandi/JatimTIMES)
Umbul-umbul dan bendera Buddhis terpasang di Vihara Dhamma Mukti Desa Yosomulyo sambut Hari Raya Waisak 2566 BE. (Foto. Suwandi/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sejumlah vihara di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sudah bersiap menyambut Hari Raya Waisak 2566 BE (Buddhis Era) yang akan diperingati pada Senin (16/5/2022) besok. 

Perayaan Waisak tahun ini akan digelar serentak. Hal itu berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya. Berbagai bendera Buddhis warna-warni, spanduk dan persiapan lainya di sekitar vihara juga sudah dilakukan.  

Bhikkhu Tejapunnò Maha Thera  selaku bhikku wakil pembina Jawa Timur mengatakan dua tahun lalu perayaan Waisak dilakukan secara online dan bergantian serta dihadiri hanya lima puluh persen umat dalam beribadah. Namun tahun ini, tepat pada 16 Mei 2022, mengacu pada peraturan pemerintah, sudah ada pelonggaran dari Satgas Covid-19. Namun kegiatan beribadah umat masih ditetapkan pada protokol kesehatan. 

"Persiapan sudah dilakukan sejak kemarin,  tanggal 14 Mei 2022, mulai pembersihan ruangan meditasi, memasang bendera Buddhis warna-warni, berbagai bakti sosial berbagi 1.000 paket sembako kepada warga sekitar, serta berpuasa. Dengan begitu, hati kita akan kembali suci," kata pria yang pernah tinggal selama dua tahun di NegarI Gajah Putih Thailand itu kepada JatimTIMES, Minggu, 15/5/2022. 

Menurut dia, puasa itu sifatnya anjuran untuk melatih diri supaya tidak melakukan tindak kejahatan selama sebulan menjelang pendalaman Dhamma menjelang Hari Suci Waisak. 

Puasa itu bagian dari Attasila atau delapan aturan ajaran Sang Buddha. Dia menerangkan dalam aturan tersebut umat diperbolehkan makan pada pagi hari dan tengah hari pukul 12:00. Setelah lewat itu, tidak diperbolehkan makan sampai esok harinya. 

Umbul umbul dan bendera Buddhis juga sudah terpasang di vihara dan rumah rumah umat. Bendera Buddhis memiliki lima unsur warna, yakni biru, kuning, merah, putih, dan jingga.

Warna biru berasal dari warna rambut Buddha yang berarti bakti. Kuning emas dari warna kulit Buddha melambangkan kebijaksanaan. Merah tua dari warna darah Buddha melambang cinta kasih tidak memandang siapa pun, tanpa pamrih dan ikhlas. Putih dari warna tulang dan gigi Buddha melambang kesucian. Dan  Jingga adalah warna yang diambil dari warna telapak tangan, kaki dan bibir Buddha yang melambangkan semangat. 

"Pada altar juga sudah terpasang lima lilin berwarna sama dengan unsur warna bendera Buddhis. Ada puja lilin, puja wewangian, puja air, puja buah - buahan dan puja bunga," terang bhikkhu kelahiran Blitar itu. 

Di Kabupaten Banyuwangi ada 14 vihara yang secara serentak akan merayaan Hari Raya Waisak 2566 BE.  Dalam ibadah puja besok akan dilakukan dengan mengusung tema Moderasi Beragama Membangun Kedamaian. 

Sementara itu, pengurus Vihara Jaya Manggala Dusun Sidomukti Desa Yosomulyo, Pairin juga mengaku melakukan hal yang sama seperti vihara-vihara yang lain dan siap menyambut Hari Raya Waisak 2566 BE. 

"Di lingkungan Desa Yosomulyo ada 4 vihara,  Kalau Vihara Jaya Manggala ini terdiri 28 KK atau 170 umat. Rangkaian bersih bersih dan bakti sosial sudah kami lakukan" pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Peringatan Hari Raya Waisak Vihara di Banyuwangi

Berita Lainnya