Jadi Kampung Melati, Warga RW 3 Jogoyudan Lumajang Dapat Tambahan Penghasilan | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Jadi Kampung Melati, Warga RW 3 Jogoyudan Lumajang Dapat Tambahan Penghasilan

May 09, 2022 12:12
Menjadi kawasan yang bisa memberi kenyamanan merupakan impian bagi semua warga. Tak terkecuali bagi warga RW 3 Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang ( Foto : Asmadi / JatimTIMES )
Menjadi kawasan yang bisa memberi kenyamanan merupakan impian bagi semua warga. Tak terkecuali bagi warga RW 3 Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang ( Foto : Asmadi / JatimTIMES )

JATIMTIMES - Menjadi kawasan yang bisa memberi kenyamanan merupakan impian bagi semua warga. Tak terkecuali bagi warga RW 3 Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang.

Warga di sepanjang jalan yang dikenal dengan sebutan Gang Destinasi Sungai Impian (DSI) tengah mendandani lingkungan dengan kompak menanam bunga Melati.

Baca Juga : Viral TKW Berparas Cantik Rawat Kakek di Taiwan, Begini Kesehariannya

Berbagai upaya dilakukan warga. Mulai dari menyiapkan pot bunga sampai menanam tanaman bunga Melati. Belakangan, warga aktif gotong royong untuk menanam bunga di setiap tepian jalan untuk memberi kesan cantik
di kawasan tersebut.

Chudori selaku Sekertaris RW 3 Jogoyudan mengatakan, kekompakan warga yang didukung melalui perogram RW untuk menanam bunga melati sudah berjalan satu tahun. 

Menurutnya, selain untuk memperindah lingkungan Gang DSI, ronce bunga melati ini juga dipasarkan sampai ke luar daerah. 

“Selain kita produksi untuk kebutuhan warga, kita juga melayani pesanan dari luar seperti Probolinggo, Pasuruan dan Jember,” jelasnya.

Chudori mengatakan, untuk perawatan melati sangat mudah. Mulai dari memupuk sampai menyemprot disinfektan agar tidak terkena hama ulat. Sedangkan pemangkasan biasanya Nah, untuk perawatan biasany dilakukan tiga bulan sekali.

Baca Juga : Viral Pengendara Sepeda Motor Terperosok ke Jurang Jalur Bromo, Begini Faktanya

Chudori juga mengatakan, harga ronce melati saat ini berkisar antara Rp 250 sampai dengan 300 ribu per kilogramnya. Dari harga itu warga menerima Rp 200 ribu per kilogram, sedangkan sisanya dijadikan kas RW.

Chudori juga menjelaskan,  harga bibit melati lengkap dengan polybag seharga Rp 10 ribu. Tapi belakangan warga lebih suka melakukan stek dari batang Melati agar menjadi lebih murah. 

“Kalau beli, harga perbibut Rp 10 ribu. Namun karena ini hasil stek cukup banyak, maka warga bisa mengambil secara gratis bibit melati ini agar produksinya bisa lebih banyak," jelas Chudori.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kampung melati jogoyudan ronce melati

Berita Lainnya