Uniknya Tradisi Kirab Tumpeng Ketupat Cokelat di Kampung Cokelat Blitar, Jadi Magnet Wisatawan | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Uniknya Tradisi Kirab Tumpeng Ketupat Cokelat di Kampung Cokelat Blitar, Jadi Magnet Wisatawan

May 08, 2022 15:32
Kirab Tumpeng Ketupat Cokelat digelar di Kampung Coklat Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)
Kirab Tumpeng Ketupat Cokelat digelar di Kampung Coklat Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Tradisi kupatan pada tahun ini benar-benar digelar secara meriah oleh masyarakat di Indonesia. Hal ini tak lepas karena pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk mudik setelah kasus Covid-19 melandai.

Ya, kupatan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang selalu digelar setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini terus dilakukan turun-temurun oleh masyarakat dengan berbagai tradisi yang unik. Salah satunya adalah perayaan tradisi kupatan di Kabupaten Blitar.

Baca Juga : Hari Terakhir Libur Lebaran, Pujon Kidul Dipadati Pengunjung, Wabup Malang: Perekonomian Mulai Normal

Kupatan dengan prosesi sakral digelar di Wisata Edukasi Kampung Cokelat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Minggu (8/5/2022). Selain sakral ketupat yang disajikan pun cukup unik. Ketupat dimasak dengan menggunakan campuran bubuk cokelat. Ketupat cokelat tersebut disusun menjadi sebuah gunungan tumpeng dan diarak keliling Desa Plosorejo dengan iringan lantunan salawat.

Setelah diarak keliling kampung, kemudian tumpeng ketupat cokelat itu didoakan oleh sesepuh desa dan kemudian dimakan bersama-sama oleh para pengunjung yang telah memadati lokasi sejak pagi hari. Mereka para wisatawan nampak berdesakan untuk mendapatkan ketupat cokelat yang terkenal lezat dan hanya ada di Kampung Coklat.

Manager Office Kampung Coklat H Edi Purwanto mengatakan, kirab tumpeng ketupat cokelat dilaksanakan dengan tujuan melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim.

‘’Sesuai dengan ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin kami dari Kampung Coklat ingin memberikan kemanfaatan untuk umat. Dan kita juga tidak melupakan budaya. Kupatan adalah tradisi dan budaya yang harus terus kita uri-uri. Makna dari ketupat adalah ngaku lepat, kita saling bermaaf-maafan dan kembali ke fitri,’’ kata Edi kepada awak media.

Di lebaran ketupat kali ini Kampung Cokelat menyediakan gratis 1.800 ketupat cokelat yang bisa dinikmati secara gratis oleh pengunjung. Ribuan pengunjung Kampung Coklat bahkan tampak berdesakan dan berebut untuk mencicipi ketupat cokelat yang disajikan bersama sayur lodeh dan opor ayam tersebut.

“Kupat ini bahannya sama yakni beras. Yang unik di sini adalah beras itu kita campuri dengan bubuk cokelat,’’ terang Edi.

Baca Juga : Kapan Bantuan Subsidi Gaji Cair? Berikut Penjelasan Kemenaker

Lebih lanjut Edi menyampaikan, tradisi kirab tumpeng ketupat cokelat ini sudah digelar untuk Wisata Edukasi Kampung Coklat sejak 2016 dan sempat berhenti selama dua tahun sejak pandemi Covid-19.

“Ini adalah kirab Tumpeng Ketupat Cokelat pertama yang digelar pasca pandemi Covid-19. Semoga kegiatan yang kita gelar ini membawa berkah untuk kita semua,’’ tutupnya.

Fatkhul, salah satu pengunjung di Kampung Coklat, mengaku sebagai pengemar ketupat cokelat. Setiap lebaran hari ketujuh dirinya dan keluarga selalu datang ke Kampung Coklat yang menggelar Kirab Tumpeng Ketupat Cokelat. Menurutnya, selain prosesi kirabnya yang unik,  ketupat cokelat yang lezat ini hanya ditemui di Kampung Cokelat.

 “Ketupat cokelat ini paling enak. Lebih gurih dari ketupat lainya. Di daerah lain tidak ada, ketupat cokelat ini bikin ketagihan,’’ pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
tradisi kupatan kampung cokelat blitar

Berita Lainnya