free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Polemik Pembelian Aset Puskesmas Kedungwaru, 1 Dokter Jadi Korban, Ini Penjelasan Dinkes

Penulis : Muhamad Muhsin Sururi - Editor : Yunan Helmy

21 - Apr - 2022, 02:33

Loading Placeholder
Gedung Dinas Kesehatan Tulungagung. (Foto: Dok. Google)

JATIMTIMES - Pembelian aset berupa sebidang tanah Puskesmas Kedungwaru ternyata masih menyisakan masalah. Setelah beberapa waktu lalu diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur, polemik pembelian aset tanah itu juga membuat Kepala Puskesmas Kedungwaru dr Heru Nur Cahyono dimutasi.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Kasil Rohmat melalui Kasubag Umum dan Kepegawaian Fuad mengatakan, pemindahtugasan atau mutasi kepala Puskesmas Kedungwaru tidak ada kaitannya dengan polemik pembelian aset. 

Baca Juga : Eks Pasar Hewan di Tulungagung Bakal Disulap Jadi Perkantoran Pemkab

Mutasi dilakukan karena Dinas Kesehatan memang membutuhkan tenaga dan kemampuan dokter  Heru untuk mendampingi akreditasi seluruh puskesmas di Tulungagung yang dilakukan tahun ini.

"Jadi, tidak ada kaitannya dengan polemik itu. Sebagai dokter fungsional, beliau ditugaskan  menjadi tim akreditasi dari bidangnya yankes," kata Fuad di kantornya. Rabu (20/4/2022).

Fuad mengungkapkan, selain sebagai kepala puskemas, dr Heru juga sebagai dokter fungsional yang mempunyai kemampuan dalam mendampingi akreditasi. Dan hari ini, dr Heru juga sudah bertugas di Tanggunggunung.

Dinas Kesehatan, lanjut Fuad, saat ini memang membutuhkan tenaga untuk mendampingi akreditasi karena pada 2022 ini. Semua puskesmas di Tulungagung dilakukan reakreditasi. Untuk itu, kepala puskesmas Kedungwaru dipindah ke bidang yankes Dinkes Tulungagung.

"Akreditasi itu memang memerlukan pemikiran dan orang-orang expert (pakar) seperti beliau. Dan di Dinkes hanya ada dr Aris. Akhirnya dr Heru diperbantukan di yankes mulai dari Selasa," ungkapnya.

Fuad menambahkan, jika dilihat dari latar belakang (backgroud) pendidikan, Heru memang sudah mumpuni dibidang pendampingan akreditasi baik secara manajemen maupun secara pelatihannya.

Pengalamannya memimpin puskesmas sebelumnya sangatlah dibutuhkan untuk mendampingi reakreditasi puskesmas seluruh Tulungagung. Sedangkan untuk jenjang karir, kata Fuad, itu sama tidak ada penurunan maupun sanksi atas pemindahan atau mutasi itu. "Kalau jenjang karirnya sama dan TPP juga sama yaitu kelas 9," tutupnya.

Terpisah, mantan Kepala Puskesmas Kedungwaru dr Heru Nur Cahyono saat dikonfirmasi tidak banyak memberikan komentar.

Baca Juga : Bank Jatim Tunjukkan Tren Positif Pada Triwulan I 2022, Aset Tumbuh 17 Persen

Terkait dengan pembalian aset berupa sebidang tanah itu, dia mengatakan  sudah melalui mekanisme musyarawah dan dikonsultasikan baik ke Dinkes Tulungagung maupun Institusi pengawas. Sebab,  puskesmas adalah lembaga kecil di bawah naungan dinas.

"Terkait itu sudah melalui musyarawarah dan dikonsultasikan baik ke dinas kesehatan maupun instutusi oengawas," katanya.

Karena melaksanakan tugas, Heru enggan memberikan keterangan lebih jauh atau pun bicara lebih terkait dengan hal tersebut. "Untuk sementara saya tidak diperkenankan untuk bicara lebih jauh terkait hal ini," ucapnya.

Sebelumnya, beredar informasi terkait dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur bahwa ada keraguan dalam pembelian aset tanah Puskemas Kedungwaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung.

Atas informasi itu, Kepala Dinkes Tulungagung Kasil Rohmat melalui Sekretaris Anna Sapti Saripah menyampaikan, bahwa sampai saat ini dirinya belum menerima atau mendapatkan temuan dari BPK itu seperti apa. Tetapi pihaknya mengakui bahwa BPK memang sedang melakukan pemeriksaan mendalam pada Dinkes.

Menurut Anna, saat dilakukan pemeriksaan, salah satu materi yang dikulik oleh BPK adalah mengenai tanah di Puskemas Kedungwaru. Namun, sampai saat ini dirimu belum mendapat informasi bahwa persoalan tanah itu menjadi temuan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Muhamad Muhsin Sururi

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---