JATIMTIMES - Kota Batu kerap menjadi sasaran jujugan anak jalanan (anjal) juga gepeng dari luar Kota Batu. Yakni berasal dari Tulungagung, Malang, hingga Jakarta.
Tercatat sepanjang 2020 Dinas Sosial bersama Satpol PP Kota Batu berhasil menjaring 70 orang. Sementara di tahun 2021 ada penurunan, 9 orang menjadi 61 orang.
Baca Juga : Wali Kota Batu Perbolehkan ASN Mudik, Asal Tak Gunakan Fasilitas Pemerintah
Apalagi pada bulan Ramadan, menjadi moment anjal dan gepeng datang ke Kota Batu. Secara berkala petugas melakukan operasi penjaringan khususnya saat akhir pekan.
“Untuk melakukan penjaringan kami punya tim reaksi cepat. Secara berkala kami melakukan penjaringan bersama Satpol PP Kota Batu," ujar Kasi Pelayanan Rehabilitasi Tuna Sosial dan Advokasi Dinas Sosial Kota Batu, Hartono.
Dipilihnya para anjal dan gepeng ini dari luar kota lantaran Kota Batu banyak dikunjungi wisatawan. Faktor lainnya, para anjal dan pengemis merasa malu jika harus beraktivitas di kota mereka sendiri.
Setelah petugas melakukan penjaringan, selanjutnya yang dilakukan dengan pembinaan. Namun pembinaan akan dilakukan jika ditemukan warga Kota Batu didapati menjadi gepeng di kota lain.
Baca Juga : BNPB Waspadai Potensi Banjir 18 April 2022, Sejumlah Daerah Diminta Siaga Termasuk Malang Raya
Caranya membawa ke Panti Rehabilitasi Sosial milik Pemprov Jatim yang berada di Surabaya. Tercatat sejak tahun 2019 silam, ada 13 orang asal Kota Batu yang masuk ke panti.
“Di panti itu mereka mendapatkan pembinaan selama tiga bulan. Di sana mereka bisa pilih minat las, perbengkelan dan sebagainya,” imbuh Hartono.