08/12/2022 Kritik Tajam Fadli Zon Lewat Puisi 'Brutus Pendusta dengan Big Data', Ini Kata Jubir Luhut | Jatim TIMES

Kritik Tajam Fadli Zon Lewat Puisi 'Brutus Pendusta dengan Big Data', Ini Kata Jubir Luhut

Apr 14, 2022 10:06
Fadli Zon dan Luhut Binsar (Foto: IST)
Fadli Zon dan Luhut Binsar (Foto: IST)

Pewarta: Desi Kris | Editor: A Yahya

JATIMTIMES - Sepucuk puisi yang berisi kritik tajam diciptakan oleh politisi Fadli Zon. Anggota Komisi I DPR RI itu menyindir 'brutus' dengan mengungkit soal big data yang belakangan ini ramai diperbincangkan. 

Puisi berjudul 'Brutus' itu diunggah Fadli di akun Twitternya, @fadlizon,  Rabu (13/4/2022). Fadli menyebut puisi itu dibuat dengan spontan.

Baca Juga : Berniat Melakukan Perlindungan Diri, Korban Begal Malah Jadi Tersangka

Dalam puisi itu, Fadli mengisahkan seseorang pejabat yang disebutnya membuat kondisi Indonesia memprihatinkan. Puisi itu juga menyinggung soal pendusta dengan big data serta ada permintaan perpanjangan masa jabatan presiden.

Berikut isi puisi berjudul 'Brutus' ciptaan Fadli Zon

"Lihatlah Indonesia makin berantakan
Ulah jahat oknum pejabat rakus arogan
Harga-harga meroket terbang
Utang menumpuk minyak goreng hilang
Tapi pengkhianat merasa jadi pahlawan

Pandai berdusta dengan big data
Apapun dilakukan demi kuasa
Nasib konstitusi dipertaruhkan
Jabatan Presiden minta diperpanjang
Ambisi mengatur segala urusan
Investasi gembar gembor tinggal janji
Tipu muslihat merampok hasil bumi
Asing pesta pora bersama oligarki
Negeri ini harus dimerdekakan kembali!"

Sayang, Fadli Zon memang tidak menyebutkan siapa sosok di balik puisinya itu. Lantas untuk siapa puisi itu sebenarnya? 

Big data sendiri, menjadi perbincangan hangat di dunia perpolitikan Indonesia setelah sempat disinggung oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan terkait isu penundaan pemilu. Sebelum membuat puisi 'Brutus', Fadli memang pernah menanggapi isu perpanjangan pemilu. 

Konteksnya Fadli menanggapi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang menterinya untuk berbicara hal itu lagi. "Itu sebuah langkah yang bijak karena pemilu itu sudah ada jadwalnya dan jadwal itu sudah disepakati oleh DPR maupun pemerintah, yaitu 14 Februari 2024," kata Fadli. 

Fadli Zon lalu meminta menteri Jokowi agar lebih fokus pada program supaya seluruh program pemerintah Jokowi dapat terealisasikan hingga akhir jabatannya.

Tanggapan Jubir Luhut Binsar

Baca Juga : Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Safari Ramadan ke Kota Batu Beri Santunan Jaminan Kematian

Juru bicara Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi merespons soal puisi Fadli Zon yang menyindir 'brutus'. Jodi mengaku heran karena Fadli sempat-sempatnya membuat puisi.

"Yang nulis sempat-sempatnya buat puisi, twitter berkali-kali tiap hari, mungkin masyarakat perlu juga mengawasi kinerja di sana, kan pakai uang rakyat juga," kata Jodi. 

Ia juga mengaku heran karena Luhut tidak akan sempat membuat puisi karena kesibukannya sebagai menteri. Jodi lantas menyebut beberapa kegiatan Luhut dalam beberapa hari terakhir.

"Karena sibuk antara lain rapat mengurusi lumbung ikan, food estate, hilirisasi minerba, energi transisi, sistem informasi batu bara, diseminasi pelatihan atletik, pengembangan energi baru terbarukan, persiapan pelaksanaan G-20, dan rencana pembukaan Apple Academy di Bali. Ini baru dua hari terakhir saja," ucap Jodi.

Tak cuma itu, Jodi juga menyindir kinerja Fadli Zon. Jodi menilai bahwa Fadli Zon hanya sibuk bermedsos. "Kalau yang buat puisi dan teriak brutus ngapain aja dua hari ini? Mungkin sibuk bersosmed," cetus Jodi.

Judul berita Kritik Tajam Fadli Zon Lewat Puisi 'Brutus Pendusta dengan Big Data', Ini Kata Jubir Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Fadli Zon Luhut Binsar Pandjaitan

Berita Lainnya