04/02/2023 Dibikin secara Tradisional, Sarung Tenun Asli Jombang Tembus Pasar Timur Tengah | Jatim TIMES

Dibikin secara Tradisional, Sarung Tenun Asli Jombang Tembus Pasar Timur Tengah

Apr 06, 2022 11:57
Sarung tenun goyor asli Jombang. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Sarung tenun goyor asli Jombang. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Pewarta: Adi Rosul | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Sugeng Riyadi (50), warga Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Jombang menekuni kerajinan sarung tenun goyor sejak 7 tahun ini. Sarung yang dibuat secara manual dengan mesin tenun tradisional tersebut, kini mulai menembus pasar Timur Tengah.

Sugeng memulai usaha kerajinan sarung tenun goyor sejak tahun 2015 lalu. Awalnya, dia sendiri membuat sarung goyor dari benang tenun berbahan dasar kapas. Kini, usahanya tersebut telah dibantu oleh 25 karyawannya yang telah dilatih khusus untuk menenun kain.

Baca Juga : Viral Wanita Ajak Suami Rujuk Setelah 10 Tahun Bercerai, Endingnya Bikin Haru

Kain sarung goyor milik Sugeng dikerjakan oleh 25 perajin tenun di rumahnya masing-masing. Seperti salah satunya Sumarni (52), warga Dusun/Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo.

Sumarni setiap harinya mengerjakan benang-benang tenun yang dikirim oleh Sugeng. Benang tenun ini ia kerjakan dengan alat tenun tradisional berbahan kayu. Mulai dari menyusun benang hingga merajut benang menjadi kain dikerjakan secara manual melalui alat tenun tersebut

Dalam sehari, ia hanya mampu membuat 1 potong kain tenun untuk sarung goyor. "Ini ngerjain kain tenun sarung. Dibuat dengan mesin tenun manual. Saty hari hanya 1 sarung, karena sulit benangnya mudah putus," tandasnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (06/04/2022).

Sarung goyor bukan barang asing lagi bagi pecinta kain sarung. Sarung jenis tenun goyor ini tergolong sarung berkualitas premium karena dibuat dengan cara menenu secara manual dengan alat tradisional. 

Pemilik kerajinan sarung tenun goyor Sugeng Riyadi mengatakan, sarung miliknya ini terasa dingin saat dipakai di musim panas dan terasa hangat dipakai saat musim penghujan. Itu karena bahan baku yang digunakan berupa benang dari bahan kapas khusus yang diimpor dari China.

"Kalau sarung tenun ini ikat, selain itu goyor. Nah keistimewaan goyor ini kalau dipakai sangat nyaman. Kalau dipakai musim panas itu di badan terasa dingin kalau pas dingin itu terasa hangat, jadi menyesuaikan. Sarung ini tanpa disetrika sudah rapi karena goyor," kata Sugeng.

Sarung tenun goyor milik Sugeng ini memiliki model yang berbeda. Yakni dominan warna yang tidak mencolok cenderung gelap dan dingin. Motif yang dibuat berbentuk batik bergaris.

Baca Juga : Kisah Ririn Ristiani, Agen BRILink Asal Lumajang Sukses Bantu Masyarakat Terbebas dari Rentenir

"Satu minggu kita hanya mampu membuat 100 potong kain. Kendalanya jumlah perajin dan bahan baku," ujarnya.

Dikatakan Sugeng, dirinya hanya melayani pemesanan saja. Selain pesanan dari dalam negeri, sarung tenun goyor asli kota santri tersebut juga melayani pasar mancanegara.

Satu potong sarung tenun goyor ia bandrol dengan harga Rp 500 ribu. Dalam seminggu, ia mampu mengirim ke Timur Tengah hingga 100 potong sarung. Tak ayal, omset dalam sepekan saja, ia mampu memperoleh Rp 50 juta.

"Ini kirim ke Timur Tengah, selain itu di dalam negeri sampai ke Kalimantan," pungkasnya.(*)

Judul berita Dibikin secara Tradisional, Sarung Tenun Asli Jombang Tembus Pasar Timur Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
sarung tenun jombang sarung tenun

Berita Lainnya