Tinjau Distribusi Migor Curah, Wali Kota Kediri: Pedagang Harus Jual sesuai dengan HET | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Tinjau Distribusi Migor Curah, Wali Kota Kediri: Pedagang Harus Jual sesuai dengan HET

Mar 09, 2022 17:58
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau pendistribusian minyak goreng (migor) curah untuk pedagang, Rabu (9/3) bertempat di Pasar Setonobetek. (Foto: Dom. Istimewa)
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau pendistribusian minyak goreng (migor) curah untuk pedagang, Rabu (9/3) bertempat di Pasar Setonobetek. (Foto: Dom. Istimewa)

JATIMTIMES - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau pendistribusian minyak goreng (migor) curah untuk pedagang, Rabu (9/3) bertempat di Pasar Setonobetek.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Kemendag dengan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan Pemkot Kediri. Sasarannya 100 orang pedagang pasar dari Pasar Setonobetek, Pasar Bandar dan Pasar Pahing. Namun pendistribusian dipusatkan di Pasar Setonobetek. 

Baca Juga : SEISMOSOSIOEKONOMI

Kota Kediri mendapatkan alokasi 6.000 kilogram minyak goreng. Setiap pedagang mendapatkan kuota bervariasi antara 30 – 75 kilogram. Harga jual minyak goreng curah kepada konsumen sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 11.500 per liter.

“Hari ini saya ditemani TPID melihat pendistribusian minyak curah. Pendistribusian ini untuk pedagang bukan kepada konsumen langsung. Nanti oleh pedagang dijual dengan harga sesuai HET Rp 11.500,” ujarnya.

Wali Kota Kediri mengatakan pendistribusian minyak goreng curah kepada pedagang ini dilakukan untuk terus menjaga ketersediaan minyak goreng dan harga minyak goreng bisa kembali stabil. Di masyarakat kebutuhan minyak goreng memang besar. Untuk itu, Pemerintah Kota Kediri bersama TPID berupaya untuk menjamin ketersedian minyak goreng.

“Harapannya masih tetap sama. Kita tidak mau menekan harga. Paling penting ketersediaannya ada dan harganya juga stabil. Kalau harganya terlampau tinggi nanti juga akan menyebabkan inflasi,” terangnya.

Pada kesempatan ini Wali Kota Kediri mengimbau agar pedagang benar-benar menjual minyak curah ini sesuai dengan HET. Pedagang pun juga telah membuat surat pernyataan. Imbauan juga diberikan untuk masyarakat agar berbelanja secara bijak yakni sesuai dengan kebutuhannya.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Ning Ita Dapati Selisih Harga Minyak Goreng di Pasar Swalayan dan Tradisional

“Saya juga pesan kepada semua warga Kota Kediri jangan belanja berlebihan. Sebab nanti bisa menyebabkan harga naik lagi. Harapannya ekonomi kita bisa bertumbuh dan tidak ada inflasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sri salah satu pedagang di Pasar Setonobetek menyambut baik pendistribusian minyak goreng curah hari ini. Agar nantinya stok minyak ini terus tersedia. Mengingat permintaan konsumen akan minyak goreng ini juga tinggi.

“Senang sekali dengan adanya distribusi minyak goreng curah ini. Jadi tadi kita ada kupon untuk mengantri. Saya siap untuk menjual minyak goreng ini sesuai dengan HET. Seperti apa yang disampaikan oleh Pak Wali tadi,” ujarnya. (Adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar

Berita Lainnya