free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Pengobatan Ojol Korban Tabrak Lari hingga Rp 1,2 Miliar  

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

08 - Mar - 2022, 02:57

Placeholder
Direktur BPJAMSOSTEK Anggoro bersama dengan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Andie Megantara dan Direktur Kepesertaan  BPJAMSOSTEK Zainudin menjenguk salah seorang ojol yang tertimpa musibah kecelakaan kerja.

JATIMTIMES - Pekerja, terlepas dari apa pun profesinya, selalu memiliki risiko yang bisa berakibat buruk karena  tertimpa musibah. Karena itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Anggoro Eko Cahyo menekankan pentingnya perlindungan atas jaminan sosial ketenagakerjaan dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Siloam Surabaya, Jumat (4/3/2022).

Hal tersebut disampaikan Anggoro bersama dengan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Andie Megantara dan Direktur Kepesertaan  BPJAMSOSTEK Zainudin  ketika menjenguk salah seorang pasien yang tertimpa musibah kecelakaan kerja.

Baca Juga : Tim SAR Banyuwangi Temukan Guru SMK yang Hilang saat Memancing di Pantai Sukamade

Adalah Agung Dwi Cahyono, seorang pekerja yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) yang dijenguk. Beberapa waktu lalu Agung mengalami kecelakaan tabrak lari yang berakibat fatal. Kecelakaan itu dialami Agung saat hendak mengambil orderan pelanggan. 

Sudah 96 hari dan dua kali operasi kepala (trepanasi) yang dilalui Agung. Namun hingga saat ini dirinya masih belum sadarkan diri di ruang ICU RS Siloam Surabaya.

Berdasarkan data yang dihimpun,  perawatan dan pengobatan Agung di RS Siloam ini telah menelan biaya sebesar Rp 1,22 miliar dan seluruhnya ditanggung oleh BPJAMSOSTEK. Diketahui Agung terdaftar sebagai peserta pada dua program perlindungan yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM  (Jaminan Kematian) sejak tahun 2018 dengan besaran iuran Rp16.800 per bulan.

"Sesuai dengan amanat undang-undang, untuk kejadian kecelakaan kerja ini akan diberikan layanan pengobatan dan perawatan sampai yang bersangkutan sembuh atau pengobatan dinyatakan selesai secara medis, tanpa ada batasan biaya. Itu sudah jadi komitmen kami," kata Anggoro.

Ketua Satgas Gojek Surabaya Agus Bandrio sangat mengapresiasi dan akan berkomitmen untuk terus mendukung implementasi dan edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para mitra yang belum menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Dirinya menjadi saksi perawatan tanpa batas akibat kecelakaan kerja merupakan fakta yang harus disampaikan kepada para mitra Gojek di manapun berada.

Seperti diketahui, saat ini ada 5 program yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK. Selain program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), juga ada Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan yang terbaru adalah Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Khusus pekerja sektor bukan penerima upah (BPU) seperti ojol, pedagang, petani, nelayan dan profesi bersifat individual lainnya bisa memilih mendaftar untuk minimal dua program, yaitu JKK dan JKM.

Sobibabtur, isteri Agung, merasa sangat terbantu atas manfaat program JKK ini. Dirinya tak henti-hentinya berterima kasih dan mengucap syukur atas apa yang suami dan keluarganya dapatkan selama ini.

Baca Juga : Kisah Pilu Masinis KA Tragedi Bintaro 1987: Dipenjara hingga Ditinggal Istri

Selama dirawat, upah Agung juga dibayarkan oleh BPJAMSOSTEK karena ada manfaat santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) yang selama 6 bulan pertama diberikan 100% dari upah bulanan yang dilaporkan, kemudian 6 bulan berikutnya sebesar 100%, lalu 6 bulan seterusnya sampai dinyatakan sembuh akan diberikan sebesar 50%.

Selepas terjadinya kecelakaan, Agung langsung dilarikan ke RS Siloam yang merupakan RS Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) kerja sama antara BPJAMSOSTEK dengan RS Siloam untuk kejadian kecelakaan kerja. Tidak butuh waktu lama bagi pihak RS untuk mengetahui status kepesertaan Agung saat pertama kali diterima oleh RS Siloam untuk langsung menerima tindakan medis yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawanya.

Kerja sama dengan rumah sakit untuk PLKK ini tidak hanya dilakukan dengan RS Siloam saja, melainkan dengan berbagai RS yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Kerja sama ini sangatlah penting mengingat dari total 234.370 kejadian kecelakaan kerja sepanjang tahun 2021, sebanyak 29,40% atau 68.905 diantaranya merupakan kecelakaan lalu lintas.

"Dengan beragam manfaat yang diberikan BPJAMSOSTEK, saya mengajak sahabat pekerja di seluruh Indonesia untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan (kerja) agar lebih tenang dalam bekerja demi menggapai kesejahteraan bersama keluarga," pungkas Anggoro.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar Agus Dwi Fitriyanto. Dikatakan Agus, dengan menjadi peserta BPJAMOSTEK,  para tenaga kerja akan menjadi lebih tenang dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya.

“BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja, dengan berbagai macam perlindungan dan manfaatnya pekerja akan lebih nyaman dan tenang dalam melakukan aktivitas pekerjaannya,” tutup Agus.


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy