JATIMTIMES - Jumlah korban meninggal dalam ritual maut di Pantai Payangan, Kabupaten Jember bertambah. Sebelumnya dikabarkan ditemukan tiga orang meninggal, saat ini ada tambahan sebanyak 8 orang. Dengan demikian, total korban meninggal dunia sebanyak 11 orang.
Jumlah korban meninggal dunia itu sebagaimana update data korban ritual maut di pantai selatan oleh Satpolairud Polres Jember. “11 Orang sudah berhasil ditemukan dan teridentifikasi, sebelumnya 9 orang sempat dikabarkan hilang, tapi saat ini semua sudah ketemu, dan seluruh korban saat ini dilarikan ke Puskesmas Ambulu,” ujar Kasatpolairut Polres Jember Iptu Nai, Minggu (13/2/2022).
Baca Juga : Gelar Ritual di Pantai Selatan, 23 Orang Terseret Ombak Pantai Watu Ulo, Tiga Ditemukan Meninggal
Berikut daftar korban meninggal dalam ritual maut Kholifah warga Desa Gugut Rambipuji, Bu Syaiful warga Krasak Ajung, Pinkan (13) warga Tawangalun Rambipuji, Sofi (22) warga Botani Dukuhmencek Sukorambi, Bu Bintang warga Gebang Patrang, Arisko (21) warga Dukuhmencek, Musni Warga Sempusari, Yuli warga Panti, Ida warga Rambipuji, Febri warga Bondowoso dan Syaiful warga Krasak Ajung.
“Semua korban ditemukan masih dalam satu lokasi di kawasan Pantai Payangan, cuma ditemukannya tidak secara bersamaan,” ujar Kasatpolairud.
Seperti diberitakan sebelumnya, ritual yang dilakukan oleh 23 ‘jamaah’ dari Padepokan Tunggal Jati Nusantara asal Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Minggu (13/2/2022) dini hari berbuah petaka. Saat ritual baru berjalan 1 jam, tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret jemaah ritual.
Informasi yang berhasil dihimpun jatimTIMES , pada Sabtu malam rombongan jemaah Tunggal Jati Nusantara terdiri berangkat menuju pantai Payangan Dusun Watu Ulo, Desa Sumberjo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Mereka berangkat dari padepokan menggunakan minibus Elf nopol DK – 7526 VF. Rombongan tiba di lokasi ritual pada pukul 23.00 WIB.
Baca Juga : Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Tulungagung Diterjang Banjir
Kemudian rombongan minus Sopir menggelar ritual di pinggir pantai yang ada di selatan Bukit Samboja. “Saat itu salah satu saksi yakni Saladin yang mengelola tempat wisata Bukit Samboja sudah mengingatkan kepada rombongan agar tidak ditepi pantai karena ombak sedang besar, namun mereka tetap nekat menggelar ritual,” ujar Kapolsek Ambulu AKP. Makruf S.Sos saat dikonfirmasi Minggu (13/2/2022) pagi.
Saat sedang ritual itulah, tepatnya pada pukul 00.25 dini hari, ombak besar datang dan menyeret seluruh peserta. Atas kejadian ini, rombobgan yang selamat langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar, dan menghubungi pihak Polsek Ambulu.