30/01/2023 Tembok Perumahan Penutup Jalan Warga Candirenggo Baru Dibuka secara Simbolis | Jatim TIMES

Tembok Perumahan Penutup Jalan Warga Candirenggo Baru Dibuka secara Simbolis

Jan 27, 2022 13:47
Tembok Perumahan Green Village Singhasari yang akhirnya dibuka untuk akses jalan warga.(Foto: Istimewa).
Tembok Perumahan Green Village Singhasari yang akhirnya dibuka untuk akses jalan warga.(Foto: Istimewa).

Pewarta: Riski Wijaya | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Warga RT 2 dan 3 RW 10 Dusun Karangwaru, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dan warga RT 1 Perumahan Green Village sudah bisa bernapas lega. Pasalnya, tembok setinggi 2,5 meter yang sempat berdiri menutup akses jalan warga sudah mulai dibongkar. 

Pembongkaran tersebut secara simbolis dilakukan pada Rabu (26/1/2022) kemarin. Sebelum dilakukan pembongkaran, untuk kali kesekian, sejumlah pihak terkait juga melakukan mediasi. Yakni Muspika Singosari, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Satpol PP, dan beberapa warga. 

Baca Juga : Viral Video Raker Komisi III DPR RI Sebut Kades di Jember Timbun Pupuk Bersubsidi, Begini Tanggapan AKD

Plt Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, dibukanya akses jalan warga yang masih dilakukan secara simbolis ini setidaknya bisa menjadi solusi atas permasalahan sosial bagi warga. Sehingga aktivitas warga bisa kembali normal. 

"Yang pertama memang kami fokus masalah sosial. Bukan masalah teknis akhirnya dikesampingkan. Tidak. Tapi ada mekanismenya. Jadi, ini yang kita lihat masalah urgensinya, yakni di masalah sosial," ujar Khairul. 

Secara teknis, ia menjelaskan bahwa membuka tembok yang disusun dengan material beton precast tersebut harus menggunakan alat berat. Hal itu pun dia tegaskan kepada pihak pengembang bahwa sudah sepatutnya untuk melaksanakan hal yang sudah menjadi kesepakatan. 

"Kenapa dibuka yang itu dulu? Karena untuk membuka beton precast dengan diameter bentang 2,4 meter sampai 2,5 meter itu butuh crane atau alat berat. Saya bilang bahwa nggak harus menunggu 7 x 24 jam. Dan harus segera dibongkar," terang Khairul.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang. Menurut dia, pembukaan secara simbolis itu karena memang masih diperlukan alat berat untuk membuka akses jalan warga secara keseluruhan. Namun ke depan, rencananya pihak pengembang akan membuat dua pintu atau akses jalan warga.  "Rencananya masing-masing pintu 1,5 meter sampai 2 meter," jelas Firmando. 

Baca Juga : Jelang Perayaan Imlek 2573, Umat di Kelenteng Eng An Kiong Gelar Upacara Sung Sien

Titiknya nanti juga akan dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan warga sekitar. Untuk itulah, pengembang juga masih akan menyiapkan alat berat yang dibutuhkan. Namun pada intinya, pihak pengembang sudah mau menerima permintaan warga. 

"Karena tidak ada alat beratnya dan butuh waktu untuk meminjam alat berat, termasuk untuk memasangi pintu tadi. Artinya itu kan blok cor yang model pasang, dan tinggal menunggu waktu dua minggu untuk dua akses yang diminta," terang Firmando. 

Dalam waktu dua minggu tersebut, pihak pengembang menargetkan bahwa pintu yang bakal menjadi akses warga itu bisa rampung digarap.  "Beliau-beliau ini adalah pemenang lelang dari pengembang lama yang memang terbengkalai dan tidak tahu kondisinya. Jadi, pengembang ini akan membuka aksesnya. Karena dia butuh waktu untuk pinjam alat berat. Penjadwalan maksimal selama dua minggu akan bisa tuntas," pungkas Firmando. 

Judul berita Tembok Perumahan Penutup Jalan Warga Candirenggo Baru Dibuka secara Simbolis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Perunahan Green village Tembok penutup jalan

Berita Lainnya