JATIMTIMES - Jelang libur akhir tahun, kebutuhan stok kantong darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Malang belum aman.
Persediaan saat ini tercatat sekitar 750-an kantong. Stok tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan darah di layanan kesehatan sampai tiga hari ke depan. Hal itu, disampaikan Ketua PMI Kota Malang, Imam Buchori, Selasa (14/12/2021).
Baca Juga : Sinopsis Ikatan Cinta RCTI 14 Desember 2021, Al Pergoki Rendy saat Jalan Bareng Jesica
"Stok saat ini sekitar 750 kantong darah, persediaan itu untuk 3 hari ke depan masih eksis. Tapi, lewat hari itu tidak aman," ujarnya.
Imam menambahkan, pihaknya menggencarkan berbagai event-event dengan menggaet instansi-instansi baik pemerintahan ataupun swasta untuk melakukan jemput bola donor darah. Terlebih, kebutuhan akan jumlah darah di Kota Malang, menurutnya setiap harinya perlu 200 kantong darah. "Kita harapkan kegiatan-kegiatan itu bisa memperbanyak stok darah kita di PMI. Karena kebutuhan PMI Kota Malang itu sekitae 200 kantong setiap harinya," terang Imam Buchori.
Dikatakannya, jumlah stok kantong darah dikatakan aman jika bisa mencapai 1.000. Hal ini karena PMI Kota Malang menyuplai ke 37 rumah sakit di Malang Raya.
Sementara, berkaitan dengan kebutuhan akan darah oleh masyarakat, Imam menyebut terbagi merata antara golongan darah A, B dan O. Hanya saja, karena musim penghujan rawan penyakit DBD, trombosit juga paling banyan dicari layanan kesehatan.
Baca Juga : Peringati HUT Korpri, Pemkot Malang Fasilitasi Donor Darah bagi ASN
"Kita kan melayani di 37 rumah sakit di Malang Raya, jadi dengan jemput bola kita berharap bisa memenuhi stok kantong darah. Musim hujan gini, karena DBD banyak biasanya kebutuhan trombosit yang paling sering dicari," tandas Imam Buchori.