JATIMTIMES - Madain Saleh kurang populer di lingkungan wisatawan jika dibandingkan dengan Petra. Madein Saleh merupakan salah satu kota kuno di Arab Saudi yang penduduknya diazab Allah karena ingkar dan berlaku syirik.
Penduduk Kota Madain Saleh merupakan bangsa Tsamud yang sangat unggul pada masanya. Diulas dari Ensiklopedia Al Fatih, Madain Saleh sendiri secara bahasa bermakna kota dari Nabi Saleh as. Letaknya ada di bagian Hijaz, sekitar 25 km dari Kota Al Ula. Kota ini berjarak sekitar 450 kilometer dari Madinah. Sedangkan jarak dari Makkah sekitar 900 kilometer.

Foto : (Instagram/applebaum1)
Baca Juga : Doa-Doa Para Nabi saat Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
Keberadaan kota ini juga sangatlah penting. Sebab, kota ini menjadi kota dengan rute penting dalam perdagangan Islam. Menghubungkan selatan Semenanjung Arab ke utara Mesopotamia kawasan Iraq), Suriah, dan Mesir.
Kota ini sendiri awalnya bernama Al Hijr atau Hegra dalam bahasa Yunani. Al Hijr bermakna tempat berbatu. Ini merujuk pada lokasinya yang berada pada perbukitan berbatu. Kemudian, sejak abad 14 hingga 1336 Masehi, julukan itu tetap tersemat bagi Madain Saleh.
Bangsa Tsamud dan Nabatea telah sejak lama hidup sejak 3.000 sebelum Masehi (SM). Tepatnya pada zaman Nabi Nuh hingga Nabi Musa.

Foto : (Instagram/robertmichaelpoole)
Dalam kitab Al-Quran maupun Alkitab, Bangsa Tsamud merupakan sebuah bangsa yang sangat unggul pada masanya. Mereka bangsa yang sangat pandai memahat batu untuk dijadikan tempat tinggal dan ahli dalam berdagang dengan bangsa lain.
Pahatan peninggalan Bangsa Tsamud banyak ditemukan di gunung-gunung baru, yang jumlahnya sekitar 132 pahatan. Pahatan yang maish terlihat itu berupa rumah, tempat pemujaan serta makam. Bentuk arsitektur pahatan memiliki bentuk mirip arsitektur peninggalan arsitektur Yunani dan Romawi.

Foto :(Instagram/discovery)
Baca Juga : Mahasiswi UB yang Bunuh Diri di Makam Ayahnya, Alami Pelecehan Seksual di Kampus
Pada tahun 2008 lalu, kawasan ini oleh UNESCO ditetapkan sebagai kawasan situs warisan dunia. Kawasan yang memiliki luasan 4.000 hektare ini menjadi situs warisa dunia pertama di Arab Saudi.
Situs Madain Saleh terdiri empat bangunan inti. Yaitu, Qasr Al Bint, istana untuk putri raja, Al Diwan tempat upacara keagamaan, AlFarid bangunan rumah dan Al Qasr Al Farid, kuburan uang dibangun menyendiri di sebuah bukit yang dipahat menyerupai rumah.
Tempat ini sendiri hancur karena azab Allah. Al-Quran mengulas kisah-kisah kaum Tsamud untuk pembelajaran. Bangsa Tsamud menolak ajaran Nabi Saleh as dan malah lebih memilih menyembah berhala.
Karena mengingkari Allah, Allah kemudian mengirimkan azab kepada Bangsa Tsamud dengan petir yang menyambar. Tak pelak semua penduduk Bangsa Tsamud tewas mengenaskan terkena sambaran petir. Bukan hanya penduduknya. Peradaban Bangsa Tsamud ikut hancur berkeping-keping.
Sebelumnya, bersama dengan bangsa Arab lainnya, Bangsa Tsamud mendirikan kerajaan ribuan tahun lalu bernama Natabeans. Salah satu karya besar bangsa ini adalah arsitektur kuno berupa Lembah Petra di Yordania.
Dalam Al-Quran, kisah kehancuran Bangsa Tsamud terdapat pada QS Hud Ayat 67-68. Sedangkan peninggalan yang mengukuhkan bahwa Bangsa Tsamud pernah jaya adalah khalifah dan ukir batu batu besar seperti diceritakan pada QS Al Araf 74.