JATIMTIMES- Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Inf Andi A. Wibowo dan Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno sepakat menangkap para penyebar hoaks terkait pelaksanaan vaksinasi.
Dua orang pentolan TNI dan Polri di Lumajang ini merasa geram dengan orang-orang yang menghambat percepatan vaksinasi di Lumajang.
Baca Juga : Moeldoko Buka Suara Setelah Diusir Masa Aksi Kamisan, Begini Kronologinya
Kegeraman ini berawal dari laporan Camat Ranuyoso Endhi Setyo Arifianto saat rapat koordinasi dan evaluasi percepatan vaksinasi Covid-19 di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang kemarin (18/11).
Camat Ranuyoso mengutarakan hambatan yang dialaminya dalam menyukseskan percepatan vaksinasi tersebut.
Dia melaporkan bahwa masyarakat Ranuyoso kebanyakan masih ragu dan bahkan banyak yang tidak mau vaksin gara-gara termakan isu. Isu bahaya vaksinasi bahkan masuk di pengajian-pengajian, parahnya yang menyebarkan adalah penceramahnya.
“Ada pengajian yang mendatangkan penceramah dari Probolinggo, penceramahnya mengatakan bahwa orang yang divaksin 4 tahun lagi akan meninggal,” tuturnya.
Mendengar laporan ini Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Inf Andi A. Wibowo langsung mengatakan bahwa itu bisa ditangkap. “Itu sudah ada unsur menyebar hoaks, itu bisa kita tangkap, kalau ada seperti itu laporkan bisa kita tangkap, ada dasar hukumnya,” tandasnya berulang-ulang.
Hal senada disampaikan Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno. Ia meminta agar semua aparat mengawasi kegiatan masyarakat terlebih lagi pengajian yang mendatangkan penceramah dari luar kota seperti itu.
Baca Juga : Puluhan Wisatawan dan Pemancing Terjebak Longsor di Ranu Gumbolo Tulungagung
“Kalau nyeletuk soal vaksin langsung divideo saja, walaupun hanya satu menit atau 30 detik. Jika video itu sudah mengandung unsur menghasut masalah vaksin, saya jamin masuk sel,” ujarnya yang langsung dapat tepukan tangan dari hadirin yang ada di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.
Kegeraman para pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang ini, menurut peserta rapat sangatlah wajar karena memang saat ini semua pemangku jabatan di Lumajang sedang getol-getolnya malakukan percepatan vaksinasi Covid-19.
“Mulai pagi sampai malam kami melakukan sosialisasi dan vaksinasi, wajar tensi kami tinggi jika ada yang menghambat tugas kami,” ujar salah seorang tenaga kesehatan.
Di Lumajang saat ini memang sedang berpacu untuk menaikkan jumlah capaian vaksinasi Covid-19. Dalam sepekan ini ditarget mampu menurunkan level PPKM dari level 3 menjadi level 1. Untuk menurunkan level ini maka cakupan vaksinasi dosis pertama masyarakat secara umum harus mencapai 70 persen, sementara saat ini masih mencapai 52,12 persen. Persyaratan berikutnya capaian vaksinasi khusus lansia harus mencapai 60 persen sedangkan capaian yang diraih Lumajang untuk vaksinasi lansia masih 27,11 persen.