1 Bulan Hilang, Kakek di Blitar Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Betet | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

1 Bulan Hilang, Kakek di Blitar Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Betet

Oct 23, 2021 12:50
Polisi mengevakuasi jasad kakek Suyut.(Foto : Humas Polres Blitar)
Polisi mengevakuasi jasad kakek Suyut.(Foto : Humas Polres Blitar)

JATIMTIMES - Ketenangan warga Desa Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar mendadak dikejutkan dengan hilangnya seorang kakek. Seorang kakek berumur 93 tahun dilaporkan hilang dari rumah sejak 2 Oktober 2021.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, kakek itu bernama Suyut (93). Sejak dilaporkan hilang, pihak keluarga sudah berupaya melakukan pencarian. Namun kakek Suyut tak kunjung ditemukan keberadaanya.

Baca Juga : Wujudkan Program Matching Fund 2021, Unisba Blitar Beri Pelatihan Digital Marketing ke UMKM Batik Kembang Turi

Keberadaan kakek Suyut baru terungkap setelah satu bulan menghilang. Namun naas, kakek malang tersebut ditemukan sudah tak bernyawa. Jasadnya ditemukan di lereng Gunung Betet, Kelurahan Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan. Jasad kakek suyut ditemukan tepatnya  di lahan Perhutani petak 58C RPH Sekaran BKPH Lodoyo Barat.

Jasad kakek Suyut pertama kali ditemukan oleh pencari rumput. Penemuan mayat ini kemudian dilaporkan ke Polsek Lodoyo Timur.

“Setelah menerima laporan polisi langsung menuju TKP. Jasad korban kemudian dievakuasi. Dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban yang sudah mengalami proses pembusukan  tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan," kata Kasi Humas Polres Blitar, Iptu Udhiyono, Sabtu (23/10/2021).

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, diduga korban meninggal dunia karena kelelahan. Setelah kelelahan korban kemudian lemas dan pingsan.

“Karena tidak ada yang menemukan dan memberikan pertolongan. Korban akhirnya meninggal dunia," imbuhnya.

Baca Juga : Sekda Kabupaten Blitar Ingatkan Calon Jemaah Haji Jaga Kesehatan

Polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka. Keluarga korban menerima  kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi.

“Pihak keluarga juga  membuat surat  pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa Pandanarum.  Kemudian jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat,” pungkas Udhiyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kakek hilang penemuan jasad

Berita Lainnya