Makam di Tulungagung Ini Pernah Jadi Lokasi Kuburan Massal Anggota PKI, Satu Liang Berisi Puluhan Orang | Jatim TIMES

Makam di Tulungagung Ini Pernah Jadi Lokasi Kuburan Massal Anggota PKI, Satu Liang Berisi Puluhan Orang

Sep 30, 2021 20:07
Makam Umum di Desa Wates yang pernah menjadi saksi sejarah G30 S / PKI / Foto :Anang Basso / Tulungagung TIMES
Makam Umum di Desa Wates yang pernah menjadi saksi sejarah G30 S / PKI / Foto :Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES - Setiap tangggal 30 September, masyarakat di Indonesia selalu mengenang kekejaman gerakan komunis yang kemudian berhasil ditumpas. Di Tulungagung, jejak sejarah kelam penumpasan PKI ini cukup mudah ditelusuri.

Salah satu tempat yang menjadi kuburan massal para anggota PKI yang berhasil dibunuh saat itu adalah makam umum Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Di tanah yang merupakan tempat makam beberapa desa di sekitarnya ini, pada sekitar 1965 menjadi lokasi penguburan para simpatisan komunis yang dihabisi laskar Banser NU bersama aparat saat itu.

Baca Juga : Polemik Perekrutan Dewas Berlanjut, DPD LIRA Malang Raya Akan Telusuri Jejak Digital

 

"Di beberapa bagian lokasi memang dahulu menjadi kuburan massal puluhan anggota PKI yang dimakamkan dalam satu lubang dan berada di beberapa lokasi," kata Rodjiman (82) warga Bendilwungu.

Menurutnya, saat kejadian ia masih belum menikah dan berdomisili di Desa Doroampel, atau 5 kilometer dari lokasi makam. "Setiap malam pemuda dan warga berjaga, jika ada dalam catatan siapa anggota PKI, tengah malam dijemput dan diajak langsung ke makam," ujarnya.

Di makam Wates, para sakerah atau anggota Banser NU yang berhasil menjemput simpatisan PKI bersepakat untuk menguburkannya di sana. "Dulu ada sebagian tanah menggunduk (lebih tinggi) karena memang yang dikuburkan dalam satu liang itu bisa puluhan orang," ungkapnya.

Tepat dua atau tiga hari dari penguburan, Rodjiman bersama pakdenya Almarhum Sungeb yang merupakan warga Sambidoplang sempat datang ke makam untuk melihat langsung pada siang harinya.

"Bercak darah bahkan ada potongan jari yang tercecer saat itu. Pak dek bercerita bahwa di beberapa lokasi itu tempat dikuburkan para anggota PKI," jelasnya.

Mayoritas yang dikuburkan menurutnya berjenis kelamin laki-laki. Pasalnya, di siang hari para istri dan anak anggota PKI ini menangis di rumah karena dari semalam bapaknya tidak pulang.

"Biasanya dijemput tengah malam, esok dan hari-hari berikutnya tidak pernah pulang lagi," paparnya.

Baca Juga : Peringati G30S PKI, Ansor Banyuwangi Gelar Doa Bersama di Lubang Buaya Cemetuk

 

Meski banyak yang berhasil dijemput dan dihabisi, banyak pula para anggota komunis saat itu berhasil kabur dan tidak pernah kembali dalam waktu puluhan tahun.

Juru makam Supat saat dimintai keterangan tidak berada di lokasi. Namun, istri Supat membenarkan jika jejak kuburan para komunis memang banyak ditemukan di makam umum itu.

"Bapak sering diminta tolong orang untuk menunjukkan, kalau saya tidak hafal. Bapaknya yang tahu persis, dimana kuburan massal itu berada diantara ratusan makam di sini," kata bu Supat saat dikonfirmasi di pintu makam, Kamis (30/9/2021).

Dari berbagai penelusuran, pada 1965 memang makam umum Wates menjadi salah satu lokasi kuburan dari hasil penumpasan anggota PKI di wilayah sekitar. Ada beberapa makam umum lain di wilayah Kecamatan Sumbergempol juga menjadi lokasi yang sama untuk menguburkan simpatisan dan anggota PKI dikala itu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
makam anggota pki makam desa wates berita pki tulungagung

Berita Lainnya