JATIMTIMES – Dalam pertemuan Pendamping PKH dan pengelola E-Warung terungkap bahwa salah satu kendala yang dihadapi E-Warung adalah rusaknya mesin Electronic Data Capture (EDC) yang perbaikannya butuh waktu cukup lama.
Karena kerusakan ini, sering terjadi untuk pencairan dana PKH dan BPNT harus menggunakan EDC dari desa lain, agar masyarakat penerima manfaat dari PKH dan BPNT tetap bisa melakukan transaksi melalui mesin EDC milik BNI tersebut.
Baca Juga : Polres Lamongan Salurkan Bantuan untuk Pelaku Usaha Terdampak Covid-19
Terkait hal ini, Pimpinan Cabang BNI Lumajang Sukarno Hadi kepada Jatimtimes mengatakan, salah satu penyebab terjadi kerusakan itu karena kapasitas pemakaian dalam sehari yang melebihi batas.
“Kemampuan mesin EDC kami dalam sehari sebenarnya idealnya 150 hingga 200 transkasi. Sedangkan satu E-Warung bisa melayani lebih dari 200 orang yang sekali menggunakan EDC bisa sampai tiga kali transaksi,” kata Sukarno Hadi.
Biasanya, kata Sukarno Hadi, transaksi pertama dilakukan untuk mengetahui dana masuk, transkasi kedua penarikan, sedangkan transkasi ketiga berupa cek saldo akhir.
“Kalau dalam sehari itu ada 200 penerima PKH melakukan transaksi, maka setidaknya ada 600 transaksi. Ini overload dan menjadi pemicu kerusakan pada sistem EDC yang kami sediakan. Jika bisa dijadwal dan dilakukan pembatasan, maka kemungkinan kerusakan mesin EDC itu bisa diminimalisir,” kata Sukarno Hadi.
Ketika disinggung tentang lamanya perbaikan, Sukarno Hadi mengakui bahwa perbaikan itu harus dilakukan di Malang dan butuh waktu sampai dua bulan lebih tergantung tingkat dan jenis kerusakannya.
Baca Juga : Sudah Hampir Sepekan, Kakek 70 Tahun yang Hilang di Hutan Ngantang Belum Ditemukan
“E-Warung yang mesin EDC-nya rusak, kita ganti dengan yang ada di kantor. Tapi itu bisa kita lakukan kalau persediaan mesin EDC di BNI Lumajang masih ada. Jika tidak kita memang harus menunggu sampai selesai,” kata Sukarno Hadi kemudian.
Sukarno Hadi mengakui bahwa ada pula EDC yang digunakan lebih dari 200 kali transaksi tidak mengalami kerusakan. Namun bukan jaminan jika dipaksakan melebihi kapasitas akan awet keberadaannya.
“Tidak tentu juga, kadang walaupun overload tetap bisa dipakai dan tidak rusak,” jelasnya lagi.