LAMONGANTIMES - Kerja sama Kodim 0812 Lamongan dan Polres Lamongan dalam menyukseskan program vaksinasi nasional terus berjalan. Kali ini, serbuan vaksinasi kedua lembaga itu menyasar 1.200 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Matholi'ul Anwar, Kecamatan Karanggeneng, Selasa (24/08/2021).
Bukan hanya santri, pengasuh, ustaz dan karyawan juga masuk dalam sasaran vaksinasi tersebut. Semua tampak tidak takut dan terlihat antusias mengikuti vaksin.
Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono mengatakan, sasaran vaksinasi santri akan dilakukan demi mewujudkan kekebalan tubuh sehingga upaya memutus penyebaran Covid-19 bisa tercapai. ”Kami terus bersinergi dengan Polres Lamongan untuk mengadakan serbuan vaksinasi untuk santri. Hari ini sasarannya 1.200 dosis di Ponpes Matholi'ul Anwar," kata alumnus Akademi Militer 2001 ini.
Pihak ponpes menyambut baik program serbuan vaksinasi ini, baik santri, guru maupun pengurus. Ini menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya peningkatan kesehatan. ”Kami diterima dengan baik dan terbuka terkait vaksinasi. Apalagi santri-santri ini masa depan bangsa dan sebagai penerus kita. Ini saatnya menjadi pahlawan kemanusiaan. mau divaksin dan menjalankan mandiri (isoman) sesuai aturan,” ujarnya.
Sidik mengungkapkan, pemerintah terus mengupayakan agar setiap hari pelaksanaan program lewat program sehingga target 70 persen program bisa tercapai. ”Kami terus bersinergi agar vaksinasi dilakukan setiap hari. Dengan proporsi masyarakat yang divaksin semakin tinggi. Jika masyarakat yang divaksin semakin tinggi, maka herd immunity akan cepat tercapai,” ungkapnya.
Tidak hanya itu. Sidik menegaskan, pemerintah juga terus membagikan obat untuk pasien yang menjalani mandiri (isoman) di rumah dan disalurkan melalui koramil di setiap kecamatan. ”Fokus kami obat gratis ini diperuntukan bagi isoman sakit dan yang tidak mampu. Penerima masih kami data terus. Pemberian obat juga sesuai keluhan. Paket 1 untuk OTG. Paket 2 untuk yang bergejala batuk dan anosmia. Paket 3 untuk isoman bergejala batuk, panas, dan demam,” pungkasnya.