GRESIKTIMES - Dua pelajar SMK asal Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, diduga menghamili seorang wanita yang merupakan tetangganya sendiri. Kini, kandungannya sudah berusia sekitar lima bulan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Masangan, Suyanto membenarkan kabar tersebut. Korban dan dua pelajar yang diduga sebagai pelaku merupakan warganya sendiri.
Baca Juga : Diperketat, Ini Aturan Baru Pengguna TikTok Remaja Berusia di Bawah 17 Tahun
Suyanto menyebutkan, kedua terduga pelaku masih berstatus pelajar. Satu orang merupakan siswa SMK Muhammadiyah Bungah berinisial A dan satunya SMK Assaadah Bungah berinisial E.
Sementara korban berinisial B, usianya sudah dewasa. Terpaut beberapa tahun dengan kedua terduga pelaku.
Suyanto mengaku, kasus dugaan asusila itu muncul dari laporan warga yang merasa kasihan dengan korban. Kemudian, seorang ketua RT juga melaporkan yang sama.
Kemudian, pihak-pihak terkait dikumpulkan untuk mencari solusi. Bahkan, proses mediasi sudah tiga kali terjadi. Namun, tak kunjung ada titik temu.
Bahkan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan P2TPA2 Kabupaten Gresik. Tujuannya, untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Kami tidak ada kepentingan apapun, hanya ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kasihan dengan bayi yang ada di dalam kandungan itu," katanya saat dikonfirmasi di kantornya beberapa waktu lalu.
Jika melihat usia kandungan, perbuatan tersebut dilakukan sekitar Februari - Maret 2021 lalu. Namun, pihaknya hanya fokus mencari jalan terbaik untuk masing-masing pihak.
Baca Juga : Bantu Sulut Rokok, Potret Keakraban Mangkunegara IX dengan Raja Solo PB XII
"Sejauh ini belum ada perkembangan lagi, masih sama seperti kemarin. Baru tiga kali pertemuan belum ada titik temu," pungkasnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kepala SMK Assaadah Bungah, Imam Wahyudi, tidak berkenan memberikan komentar apa-apa terkait kasus yang menyeret seorang siswanya.
"Maaf mas, saya tidak bisa berkomentar apa-apa," ucap Imam Wahyudi, dikonfirmasi, Sabtu (14/8/2021) kemarin.
Disisi lain, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Bungah Romy menyebut, siswa yang diduga sebagai pelaku sudah lulus pada Juni lalu.
Oleh karena itu, pihaknya tidak ada tindakan apapun yang perlu dilakukan. "Kalau statusnya masih siswa kami, dan terjerat kasus asusila otomatis langsung dikeluarkan dari sekolah," ungkapnya.