TULUNGAGUNGTIMES - Melonjaknya tingkat kematian di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung membuat sejumlah warga menggelar selamatan ambengan di tiap lingkungan.
Tujuan selamatan sendiri merupakan tolak bala dan berdoa agar musibah atau pagebluk yang terjadi di Desa Wates segera berakhir.
Baca Juga : Ikut Vaksin Covid-19, Warga Desa Jungkarang Pulang Bawa Beras 5 Kilogram
"Iya, selamatan ambengan di tiap lingkungan. Ada yang sudah kemarin dan juga hari ini," kata tokoh sekaligus Sekretaris Desa Wates Budiono, Sabtu (31/7/2021).
Dengan selamatan ini, masyarakat yang antusias membawa ambeng, berupa makanan lengkap dengan ingkung dan jenang sengkolo. Berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
"Sebagai upaya agar pandemi ini segera berakhir," jelasnya.
Jika biasanya selamatan dilakukan oleh para lelaki, untuk Desa Wates dilaksanakan semua warga, baik lelaki, perempuan dan anak-anak. Mereka berkumpul di satu tempat yang ditunjuk dan disepakati, lalu setelah tetua desa menyampaikan hajatnya dilanjutkan dengan berdoa bersama.
Selamatan dilakukan dengan protokol kesehatan, baik menjaga jarak dan menggunakan masker. Masyarakat secara khusyuk berdoa yang dipimpin tokoh agama setempat sebelum membagikan (purakan) nasi berkat yang tepat dibawa sendiri-sendiri.
Baca Juga : 3 Warga Meninggal dan 30 Lainnya Sakit, Lingkungan di Desa Semboro Lockdown
Saat dikonfirmasi, Rudhianto Kepala Desa Wates mengatakan, untuk sementara selamatan dilakukan oleh lingkungan masing-masing. Sedangkan untuk agenda massal yang dilaksanakan Pemerintah Desa Wates rencananya akan digelar pada Bulan Suro yang akan datang.
"Sementara ini, lingkungan menggelar sendiri-sendiri," paparnya.
Dalam budaya Jawa di Tulungagung, ambengan tolak bala merupakan tradisi leluhur yang masih banyak dilakukan hingga saat ini. Doa tolak bala dibacakan agar masyarakat kembali hidup tenang dan tidak terkena musibah aratan (pandemi) Covid-19.