free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Angka Penambahan Kasus Covid-19 di Bondowoso Tertinggi se-Jatim

Penulis : Abror Rosi - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - Jun - 2021, 21:43

Loading Placeholder
Bupati Salwa sedang memantau proses vaksinasi warga (Abror Rosi/ JatimTimes)

BONDOWOSOTIMES - Angka penyebaran Covid-19 di Bondowoso makin tak terkendali. Pada Jum'at (25/6/2021) kemarin, penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Bondowoso mencapai 75 orang. 

Berdasarkan laporan peta Covid-19 provinsi Jatim, angka penambahan tersebut tertinggi se Jawa Timur.

Baca Juga : Sediakan Tiga Ribu Vaksin, Forkopimda Tinjau Vaksinasi Gratis untuk Masyarakat

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan bahwa menambahkan peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian serius. Oleh sebab itu, pihaknya tengah menggodok revisi Peraturan Bupati (Perbup) nomor 107 Tahun 2020 tentang pengaturan kemasyarakatan di tengah Pandemi Covid-19.

"Kami berupaya maksimal revisi perbup dan pengetatan PPKM mikro ini di masyarakat," tuturnya usai menghadiri vaksinasi di halaman Pemkab Bondowoso.

Ia pun meminta optimalisasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro). 

"Akan kami kembali tekankan peningkatan PPKM mikro tersebut," ujarnya.

Selama ini, bupati menjelaskan, demi menyelamatkan perekonomian warga pihaknya memang memberi ruang agar masyarakat bisa melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. 

Namun tetap tidak lepas dengan menerapkan prokes ketat dan 50% dari kapasitas tempat. "Ke depan akan kembali dikerucutkan menjadi 25% dari tempat aktivitas," tambahnya. 

Sementara itu di lokasi berbeda, Direktur RSUD Koesnadi, Yus Priyatna mengaku, pihaknya mendorong pemberlakukan lockdown parsial di Bondowoso. 

Seperti rencana pendidikan tatap muka baiknya ditunda, kantor dilakukan Work From Home (WFH), kegiatan di pasar hendaknya dikurangi. 

"Model seperti saat awal-awal Covid-19. Di mana-mana ada tempat cuci tangan," ujarnya. 

Baca Juga : Rekaman Video Dugaan Kasus Kekerasan Seksual SMA SPI Kota Batu Diserahkan ke Polda Jatim

Pihaknya sengaja mendorong itu, karena Unit Gawat Darurat (UGD) yang penuh dengan pasien. Bahkan, hingga saat ini ada 12 bed pasien stagnan di UGD atau tak bisa gerak menunggu hasil swab PCR. 

Di lain sisi, tenaga medis di rumah sakit daerah ini juga sudah mulai kewalahan. 

"Apalagi tenaga perawat sudah ada yang terkonfirmasi, (perawat di RSUD Koesnadi). Karena itu kita kemarin merekrut 20 tenaga tambahan," ujarnya. 

Ia mengakui bahwa lonjakan kasus di Kota Tape ini bagian imbas dari kejadian di berbagai kota. 

Belum lagi, ini bagian dari dampak masyarakat lengah. Karena memang di Bondowoso pernah turun drastis di Maret dan April. 

"Sampai hari puasa itu sepi, pasien itu sepi. Meledaknya ini seminggu setelah hari raya," tuturnya. 

Terkait jumlah ruang isolasi sendiri, kata Yus, di RSUD Koesnadi ada 125 bed, dan telah terpakai sekitar 60 persen.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Abror Rosi

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---