NGAWITIMES - Permodalan hingga kini masih menjadi kendala utama bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi. Para pelaku usaha kelas menengah itupun tak jarang mengeluh kesusahan untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usahanya.
Hal itu terungkap dalam sosialisasi akses pembiayaan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan usaha melalui akses perbankan bagi usaha mikro tahun 2021 yang diselenggarakan dinas Koperasi Dan Usaha Mikro pada Rabu (09/05/2021).
Baca Juga : Santer Isu Tsunami, Destinasi Wisata Pantai di Kabupaten Blitar Sepi Pengunjung
Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Ngawi, Harsoyo, SE, M.Si, menjelaskan, kendala utama usaha mikro hingga kini masih berkutat pada permodalan. Karenanya perlu adanya akses pembiayaan yang difasilitasi oleh pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tambahan modal kegiatan usaha mikro.
"KUR yang diberikan nantinya harus untuk tambahan modal, bukan untuk konsumsi atau lainnya," ungkap Harsoyo, SE, M.Si, kepada Jatim Times.
Lebih lanjut Harsoyo, SE, M.Si, menegaskan, Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro akan melakukan monitoring usaha mikro yang akan menerima bantuan KUR.
Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro telah menggandeng Bank Jatim untuk penyaluran KUR tambahan modal bagi usaha mikro. Selain dalam penyaluran KUR bagi usaha mikro harus ada rekomendasi dari Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro.
“Pinjam harus benar-benar dimanfaatkan, bukan sekedar pinjam. Karena pinjaman yang Rp 10 juta rupiah tanpa anggunan,” jelasnya.
Penyaluran KUR di Kabupaten Ngawi sendiri bertujuan untuk meningkatkan ekonomi produktif dan mengatasi kemiskinan.
Sementara, Kepala Bank Jatim Cabang Ngawi, Yetty Fitria Suprapto menegaskan pihaknya siap memberikan bantuan permodalan bagi para usaha mikro, baik bentuk permodalan KUR, MIKRO dan kredit lainnya.
"Pada prinsipnya kita lakukan untuk dukung usaha mikro dan pemulihan ekonomi nasional" tegas Yetty kepada Jatim Times.