Soal Limbah, PT DGS Siap Disidak, Direktur: Izin Kami Lengkap dan Sesuai Peraturan | Jatim TIMES

Soal Limbah, PT DGS Siap Disidak, Direktur: Izin Kami Lengkap dan Sesuai Peraturan

May 31, 2021 18:29
Candra (baju batik paling kanan) saat mengikuti hearing bersama lintas komisi DPRD Jember (foto: Dani/ JatimTIMES)
Candra (baju batik paling kanan) saat mengikuti hearing bersama lintas komisi DPRD Jember (foto: Dani/ JatimTIMES)

JEMBERTIMES – Soal limbah yang dipermasalahkan warga Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas hingga digelarnya hearing bersama lintas Komisi di DPRD Jember, disambut baik oleh Candra Indiryanto selaku Direktur PT Delta Guna Sejahtera (DGS), sehingga masyarakat bisa tahu limbah-limbah yang dipersoalkan tersebut berasal dari mana.

“Kalau perusahaan kami, sudah lengkap perizinanannya, termsuk izin pengelolan air limbah (IPAL) maupun IPLC (Izin Pengelolaan Limbah Cair) maupun B3, semua sudah dilakukan pengecekan dan kami laporkan rutin tiap 3 bulan sekali,” ujar Candra Senin (31/5/2021) pasca mengikuti hearing.

Baca Juga : Dinilai Cemari Lingkungam, Warga Gumukmas Gelar Hearing dengan DPRD Jember

Candra juga mengatakan, bahwa meski izin HGU milik perusahaanya sudah ada, namun sampai saat ini pihaknya masih belum beroperasi, hal ini karena kami masih membenahi lahan, karena tambak kami ini isitilahnya revitalisasi dari tambak lama yang terbengkalai, jadi belum berproduksi,” ujar Candra.

Candra pun menjelaskan, bahwa memang banyak tambak-tambak di sekitarnya yang saat ini dikelola terlihat tambak tradisional, namun sebenarnya itu adalah tambak milik perusahaan.

“Banyak tambak yang dikelola oleh perorangan dan mengklaim sebagai tambak tradisional, dan tidak dilengkapi IPAL, kalau tambak itu menggunakan kincir, saya pastikan itu bukan tambak tradisional, tapi tambak modern, dan pengelolaan limbahnya harus ada, kalau di PT kami sudah jelas ada izin semunya kami siap menunjukkan dokumen yang dibutuhkan,” jelas Candra.

Bahkan dengan rencana DPRD bersama pihak terkait melakukan sidak, pihaknya merasa bersyukur, sehingga masyarakat akan tahu tambak mana yang membuang limbahnya sembarangan dan mencemari lingkungan.

“Kami juga memiliki pengelolaan limbah, air dari tambak itu tidak bisa langsung dibuang ke sungai atau laut, harus dilakukan sterelisasi dengan pengelolaan yang benar, setelah itu baru air bisa dibuang ke sungai setelah benar-benar seteril,” pungkas Candra.

Baca Juga : 6 IAIN Bertransformasi Jadi UIN, Rektor UIN Maliki Malang Beri Apresiasi dan Harapkan Sinergitas

Seperti diketahui puluhan warga dari Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas dan warga Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember menggelar hearing dengan Lintas Komisi, yakni Komisi A, Komisi B, dan Komisi C di ruang rapat gedung DPRD Jember di Lantai 3.

Hearing ini menindaklanjuti pengaduan warga terkait adanya beberapa perusahaan tambak baik yang dikelola oleh perusahaan besar maupun perorangan yang membuang limbah sembarangan dan tidak memiliki IPAL, sehingga menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan nelayan dan petani di Desa Kepanjen.

Sedangkan warga Desa Puger Kulon, mempersoalkan kontribusi tambak yang selama ini dinilai tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat, serta perizinan tambak yang dinilai sudah banyak yang mati perizinannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tambak Udang persoalan tambak di jember pengelolaan tambak tambak udang di jember

Berita Lainnya