BLITARTIMES - Suasana lebaran mulai terasa di Kota Blitar. Di antaranya terlihat dari sejumlah pusat perbelanjaan yang mulai dipadati lautan manusia. Di beberapa titik bahkan pembeli nampak berjubel tanpa mematuhi protokol kesehatan.
Pantauan BLITARTIMES, pemandangan keramaian nampak di sejumlah toko pakaian. Di antaranya pertokoan yang berada di Jalan Mastrip, Jalan Kartini dan Jalan Cokroaminoto. Menindaklanjuti kondisi ini, petugas gabungan dari Polres Blitar Kota dan Satpol PP Kota Blitar diturunkan. Personil diterjunkan ke lokasi pusat perbelanjaan dan menegur pemilik toko dengan peringatan keras.
Baca Juga : Meski Diizinkan, Open House dan Halal Bihalal di Kota Malang Dibatasi
“Yang kami datangi ada tiga lokasi. Tiga lokasi ini secara terang-terangan tidak menerapkan protokol kesehatan. Pelanggaran prokes yang terjadi seperti antrian pembeli di kasir tanpa jaga jarak. Bahkan ada yang tidak pakai masker," ungkap Kasubbag Humas Polres Blitar Kota, Iptu Achmad Rochan.
Dikatakannya, berdasarkan investigasi petugas, sebenarnya pihak toko telah menyiapkan sarana prokes. Seperti sarana mencuci tangan, hand sanitizer dan pemeriksa suhu tubuh. Namun karena pembeli membeludak akhirnya membuat pihak toko kewalahan.
“Kondisi ini berpotensi menyebabkan penularan Covid-19. Oleh sebab itu kami meminta agar semua sarana protokol kesehatan benar-benar digunakan. Kami juga memberikan anjuran kepada pemilik dengan menerapkan siste one way. Kemudian diberi tanda jaga jarak di bagian kasir," imbuhnya.
Terpisah, Wali Kota Blitar Santoso menegaskan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar akan terus melakukan patroli periodik ke pusat-pusat perbelanjaan. Tak hanya memberikan imbauan untuk taat protokol kesehatan, Satgas juga akan melakukan rapid tes antigen secara acak.
Baca Juga : Sambut Inpres Jamsostek, Menko Perekonomian Dorong Perlindungan Penerima KUR Kecil
“Patroli secara periodik akan terus kita gelar. Begitupun dengan imbauan di pusat keramaian akan terus kita berikan. Sementara untuk mencegah kerumunan, pihak toko kami minta untuk menerapkan one gate system,” pungkas Santoso.