06/12/2022 Warga Jember Lolos Seleksi Jadi Imam Besar di Arab, Terancam Gagal karena Paspor | Jatim TIMES

Warga Jember Lolos Seleksi Jadi Imam Besar di Arab, Terancam Gagal karena Paspor

Apr 28, 2021 06:50
Fathur Rahman saat menceritakan perjalanannya bisa lolos seleksi dan diterima menjadi imam besar masjid di Uni Emirat Arab. (foto:  Ulum/JatimTIMES)
Fathur Rahman saat menceritakan perjalanannya bisa lolos seleksi dan diterima menjadi imam besar masjid di Uni Emirat Arab. (foto: Ulum/JatimTIMES)

Pewarta: Moh. Ali Mahrus | Editor: Yunan Helmy

JEMBERTIMES - Menjadi Imam besar di sebuah masjid di Uni Emirat Arab merupakan impian dan kebanggaan bagi semua orang. Hal itu juga yang dirasakan  Fathur Rahman, warga Dusun Krajan A, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jember, Jawa Timur.

Fathur Rahman, yang lahir pada 1 Oktober 1985, berhasil mengungguli 250 calon imam besar masjid di Uni Emirat Arab dari seluruh Indonesia yang digelar Kementerian Agama. Dia dinyatakan lolos serta diterima bersama 27 orang lainnya.

Baca Juga : Empat Hari Menghilang, Pria di Lumajang Ditemukan Tewas di Dasar Sumur

Tidak tanggung-tanggung, mereka yang lolos dan diterima menjadi imam besar masjid di Uni Emirat Arab akan dikontrak selama dua tahun olrh negeri kaya minyak itu.

Namun kebanggaan yang dirasakan putra pasangan Fadloly dan almarhum Hasanah ini bisa sirna seketika jika persyaratan administrasi yang saat ini sedang diurusnya tidak bisa terpenuhi. Ada kendala soal paspor. Di oaspor nama Fathur Rahman salah ketik.  Proses revisi ternyata tidak mudah. 

“Jika sampai tanggal 30 besok tidak selesai, berarti saya tidak bisa penuhi kewajiban perihal kelengkapan administrasi surat. Saya sebagai pemenang seleksi akan ditinggal dan dianggap tidak serius oleh Kemenag atau Uni Emirat Arab,” ujarnya.

Menurut Fathur, ada 7 orang temannya yang juga belum lengkap surat-suratnya. Karena  itu, dia mohon doa semoga diberi kelancaran.

Fathur menceritakan, untuk bisa lolos seleksi dan diterima sebagai imam besar di masjid Uni Emirat Arab, persyaratannya tidaklah mudah. Selain berebut dengan 250 calon lainnya dari berbagai daerah di Indonesia, syarat yang paling utama adalah hafal Al-Quran 30 Juz serta harus menghadapi tim penguji dari Kemenang dan perwakilan  Uni Emirat Arab.

“Syarat dasar adalah hafal Al-Quran 30 Juz. Selain itu, masih diuji lagi menyambung bacaan ayat yang dibaca oleh tim penguji secara acak. Selain itu masih ada ujian detail tentang bacaan Al-Quran termasuk tafsirnya,” beber pria yang juga guru PAI di SD Assuniyah Kencong ini.

Baca Juga : Polemik Pilkades, Ratusan Massa Geruduk Kantor Bupati Bangkalan

Fathur Rohman sendiri sebenarnya tidak lahir di Jember. Dia dilahirkan di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, karena orang tuanya menjadi ASN di Disnakertrans setempat. Orang tuanya asli kelahiran Jember. Karena pendidikan di tempat kelahirannya dianggap kurang memadai, orang tuanya mengirimkan Fathur ke rumah neneknya di Wonorejo sejak usia 5 tahun.

Kini pria yang pernah mengenyam pendidikan di SDN Wonorejo 9, kemudian diteruskan di SMP 3 Wonorejo dan MA Wirolegi, itu berharap, proses revisi paspornya bisa segera selesai tepat waktu. Sehingga selain niat ibadah, menjadi imam besar di masjid Uni Emirat Arab bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Jember.

‘Niat saya hanya satu, untuk ibadah dan tentu juga bisa menjadikan kebanggaan daerah karena sebagai warga Jember yang lolos seleksi dan diterima  Uni Emirat Arab,” pungkas pria yang juga penyuluh di KUA Kencong tersebut. 

Judul berita Warga Jember Lolos Seleksi Jadi Imam Besar di Arab, Terancam Gagal karena Paspor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Imam besar di Uni Emirat Arab Warga Jember

Berita Lainnya